Mette-Marit Norwegia, 52, Tunggu Transplantasi Paru
Gambar atau konten salah?
Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, berusia 52 tahun, didiagnosis dengan bentuk langka fibrosis paru pada 01 Januari 2018. Penyakit ini membuatnya kesulitan bernapas dan menimbulkan jaringan parut pada paru-paru.
Fibrosis paru menyebabkan paru-paru menjadi kaku, sehingga oksigen sulit masuk ke aliran darah. Kondisi ini memaksa Mette-Marit menghentikan sementara tugas-tugas resmi dan sering absen dari aktivitas publik.
Pada 01 Desember 2023, Mette-Marit mengungkapkan kepada penyiar publik NRK bahwa penyakitnya berkembang lebih cepat daripada yang diharapkannya. Ia berkata, “Kondisi itu membuat berbagai aktivitas favoritnya seperti mendaki dan bermain ski tidak memungkinkan lagi dilakukan.”
Spesialis paru di Oslo University Hospital, Profesor Are Holm, menegaskan bahwa penurunan kondisi Mette-Marit tergolong berbahaya. Ia menyatakan, “Kami melihat peningkatan yang signifikan pada jaringan parut di paru-parunya selama setahun terakhir, dan tes fungsi paru menunjukkan bahwa fungsi paru-parunya telah menurun secara drastis hanya dalam tiga bulan terakhir,”
Karena penurunan fungsi paru yang drastis, Mette-Marit kini masuk daftar tunggu transplantasi paru-paru. Transplantasi dianggap pilihan terakhir bagi pasien yang berada dalam kondisi sangat serius dan memiliki harapan hidup terbatas, namun tetap harus dalam kondisi fisik yang cukup baik untuk menjalani prosedur besar.
Keberhasilan transplantasi bergantung pada beberapa faktor: menemukan donor yang cocok, memastikan tubuh tidak menolak organ baru, dan mempersiapkan pasien secara medis dan psikologis.
Transplantasi paru-paru biasanya hanya dipertimbangkan ketika pasien tidak dapat lagi menjalani terapi lain dan risiko komplikasi tinggi. Proses ini melibatkan evaluasi intensif, pencocokan darah, dan persiapan bedah yang kompleks.
Mette-Marit saat ini menunggu donor yang tepat, sementara kondisi paru-parunya terus menurun. Transplantasi paru-paru dapat menjadi satu-satunya harapan untuk memperpanjang hidup dan mengembalikan kualitas pernapasan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Garam Tambahkan ke Kopi Bantu Kurangi Pahitnya, Tingkatkan Seimbang
Alkohol Dorong Rasa Gurih, Tambah Kalori, Bikin Berat Badan
Korupsi Pemerintah dan Depresi: Peran Status Sosial di China
Kemenkes Luncurkan Cek Hati Gratis untuk Deteksi Fatty Liver
Kopi Manis Jakarta: Gula dan Lemak Memperburuk Hati
Berita Terbaru
Mette-Marit Norwegia, 52, Tunggu Transplantasi Paru
Harga LCGC Rp 140 Jutaan, Penjualan Turun 25% di 2026
Tingkat Kelahiran Turun 52% Saat iPhone Masuk Pasar, Indonesia
Presiden Penasihat Usulkan Batasi Outsourcing pada 4 Pekerjaan
Bansos PKH BPNT Juni 2026: Penyaluran Tahap Kedua Desil 1-4
Kebijakan Baru Pemerintah Kenaikan Harga Bahan Bakar Masa Depan
Piala Dunia 2026: 48 Tim, 12 Grup, 72 Pertandingan Perdana