BBM Tetap Tahan Harga hingga 2026: Arahan Presiden Prabowo

Bima J. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
BBM Tetap Tahan Harga hingga 2026: Arahan Presiden Prabowo

Gambar atau konten salah?

Di Kementerian Keuangan, Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan menahan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga akhir tahun 2026 merupakan hasil koordinasi yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Purbaya, keputusan ini bukan inisiatif pribadi atau sektoral semata, melainkan mandat yang disampaikan dari tingkat kepresidenan.

Ia menyatakan, “Saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden. Saya sering lupa bilang itu. Waktu pertama saya kan sering bilang apa yang saya kerjakan itu sudah mendapat persetujuan Presiden. Jadi saya itu cuma tangannya Presiden saja,” ujar Purbaya pada Selasa, 07 April 2026.

Menambahkan, “Tapi kadang‑kadang kita nggak ngomong itu. Jadi kebijakan kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan, kita menjalankan saja. Kadang‑kadang kalau ditanya kita kasih opsi,” ia lanjut. Purbaya menekankan bahwa proses pengambilan keputusan selalu melibatkan pertimbangan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah rutin melakukan simulasi skenario harga minyak mentah untuk memastikan kebijakan tepat sasaran.

Ia menjelaskan, “Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden tanya gimana dampaknya? Oke Pak, saya hitung dulu. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga 80 gimana? Harga 90 begini, harga 100 begini, ya udah. Yang lain mungkin nggak perlu tahu detail. Tapi itu tergantung dari bapak Presiden,” ungkap Purbaya. Proses ini menegaskan bahwa setiap angka yang dipakai dalam kebijakan didasarkan pada analisis yang cermat.

Di sisi fiskal, Purbaya mengingatkan masyarakat untuk tidak panik meski kondisi global tidak menentu. Ia menegaskan bahwa posisi fiskal dan pendapatan negara masih kuat untuk menopang subsidi dan penahanan harga BBM. Salah satu jaminan utama adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun. Ia menambahkan, “Itu menunjukkan bahwa kita masih punya pertahanan berlapis saja. Jadi teman‑teman nggak usah takut. Karena saya memastikan uangnya ada. Sebagian orang berpikir mungkin saya santai penampilannya ketawa‑ketawa, tapi sebenarnya dihitung. Simulasi saja berapa harga. Belum kita hitung, sumber‑sumber lain pendapatan, peningkatan pendapatan dari kebijakan Pak Menteri ESDM, Pak Bahlil,” tutup Purbaya.

Dengan penjelasan ini, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan BBM subsidi yang akan berlangsung hingga akhir 2026 didukung oleh arahan presiden, analisis ekonomi yang mendalam, dan posisi fiskal yang kuat, sehingga masyarakat dapat tetap tenang menghadapi dinamika harga minyak global.

Kementerian KeuanganBBM subsidiPresiden Prabowo SubiantoPurbaya Yudhi SadewaSaldo Anggaran Lebihanalisis ekonomiposisi fiskal

Komentar

Memuat komentar...