BCA Digital Catat Pertumbuhan Solid di Usia Lima Tahun

Wahyu T. · 5 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BCA Digital Catat Pertumbuhan Solid di Usia Lima Tahun

Gambar atau konten salah?

BCA Digital baru saja menginjak usia lima tahun. Dalam perjalanan mengelola bank digital blu, perusahaan ini mengumumkan hasil keuangan yang cukup solid. Mereka juga memperkenalkan ekosistem baru yang disebut blu 2.0.

Aditya Wahyu Windarwo, Direktur Bisnis BCA Digital, menjelaskan bahwa lima tahun pertama adalah masa krusial. "Lima tahun pertama perjalanan blu adalah fase membangun fondasi, kepercayaan publik, serta skala bisnis yang teruji. BCA Digital mewarisi rekam jejak stabilitas dan trust dari Grup BCA, namun beroperasi dengan agility dan kelincahan perusahaan teknologi," katanya dalam pernyataan resmi pada 21 September 2026.

Selama periode ini, blu mengusung kampanye #EksplorSemaumu. Tujuannya, memperkuat posisi sebagai lifestyle enabler yang relevan untuk anak muda. Kampanye ini juga memperkenalkan penguatan di jajaran eksekutif untuk memimpin ekspansi selanjutnya.

Ke depan, BCA Digital akan fokus memperdalam ekosistem. "Memasuki fase ekspansi ke depan, fokus kami adalah deepening ecosystem, di mana kami memastikan blu tidak sekadar menjadi aplikasi perbankan digital pilihan, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup finansial harian masyarakat Indonesia secara berkelanjutan," jelas Aditya.

Kinerja Semester I-2026: Tumbuh Bersama Anak Muda

Di usia lima tahun, BCA Digital mencatat pertumbuhan bisnis yang organik. Pada Semester I-2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 20% secara Year-on-Year (YoY). Jumlah Net Open Customer (NOC) juga meningkat 25% YoY.

Pertumbuhan ini didorong oleh dominasi anak muda. Sebanyak 56% nasabah blu adalah Gen Z dan 35% adalah Milenial. Artinya, total 91% nasabah adalah digital natives. Akuisisi nasabah baru paling tinggi berasal dari Gen Z, tumbuh 30% YoY. Disusul Milenial dengan 20% YoY.

Yoga T. Halim, Head of Corporate Planning BCA Digital, mengatakan data ini menunjukkan perubahan perilaku generasi muda. "Melihat tren kinerja lima tahun ini, kebanggaan terbesar kami bukan hanya pada pencapaian metrik keuangan, melainkan pada bagaimana data ini memotret pergeseran perilaku generasi muda menuju kedewasaan finansial," ujar Yoga.

Transaksi Ritel Melonjak: Dari QRIS hingga Pembayaran Global

Semakin banyak pengguna, semakin sering blu dipakai dalam aktivitas sehari-hari. Per 31 Agustus 2026, total volume transaksi digital di luar transfer dalam tiga tahun terakhir melonjak 186%. Angkanya mencapai Rp 13,13 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari transaksi QRIS, yaitu 36% dari total volume.

Frekuensi transaksi harian per 31 Agustus 2026 juga naik signifikan:

  • QRIS: melesat 124% YoY, didukung penambahan jenis QRIS seperti QRIS CPM, QRIS Tun-Tas, dan QRIS Tap.
  • E-Wallet: tumbuh 71% YoY, diperkuat integrasi mitra e-wallet dan direct connect.
  • bluPayment: naik 56% YoY, melalui penambahan lebih dari 100 partner.
  • Bayar/Beli (Biller): tumbuh 44% YoY, seiring bertambahnya 3 kategori biller baru dengan lebih dari 300 biller tambahan.

Untuk transaksi valuta asing (bluValas) pada Semester I-2026, jumlah transaksi melonjak 435% YoY. Volume transaksi naik 535% YoY. Pengguna Gen Z tumbuh 356% YoY, Milenial 273% YoY. Frekuensi transaksi internasional juga naik 29% YoY dengan volume tumbuh 60% YoY.

BCA Digital mengusung komitmen Global Payments Without Foreign Exchange Worries. Nasabah bisa bertransaksi di berbagai negara menggunakan kartu fisik, kartu virtual, atau Garuda x bluDebit Card tanpa biaya konversi kurs untuk mata uang populer seperti USD, EUR, GBP, SGD, JPY, AUD, CNY, dan HKD. Ini menunjukkan minat anak muda untuk diversifikasi aset valas dan fleksibilitas transaksi saat bepergian.

Menurut Yoga, peningkatan penggunaan layanan ini mencerminkan perkembangan kebutuhan finansial nasabah. "Ketika adopsi instrumen investasi, transaksi valas, hingga fitur perencanaan anggaran melonjak, ini mengonfirmasi bahwa model bisnis BCA Digital berada di jalur yang tepat: tumbuh secara organik, sehat, dan didorong oleh penggunaan nyata di kehidupan sehari-hari," paparnya.

Financial Maturity dan Ekosistem blu 2.0

Tingginya transaksi ini mematahkan stereotip bahwa anak muda hanya konsumtif. Terjadi fenomena kedewasaan finansial. Pada Semester I-2026, pengguna fitur bluSaving naik 38% YoY. Tabungan bersama bluGether naik 47% YoY. Pengelolaan kas usaha via bluBisnis naik 37% YoY. Pemodal pasar modal melalui bluRDN melesat 225% YoY.

Perubahan ini menjadi dasar BCA Digital mengembangkan blu 2.0. Edwin Tirta, Head of Retail & Digital Business BCA Digital, mengatakan produk blu lahir dari kebutuhan nyata nasabah. "Inovasi produk di blu tidak pernah lahir dari asumsi di dalam ruang rapat, melainkan dari mendengarkan friksi nyata yang dihadapi nasabah dalam keseharian mereka. Melalui blu 2.0, kami ingin melampaui fungsi perbankan konvensional untuk menghadirkan rasa tenang dan kebebasan dalam mengelola uang," kata Edwin.

Pengalaman menggunakan layanan finansial juga dibuat sederhana. "Fokus kami adalah terus menyempurnakan user experience yang seamless sejak usia remaja hingga dewasa, sehingga mengurus keuangan terasa sealami aktivitas digital mereka lainnya," papar Edwin.

blu 2.0 hadir dengan kerangka solusi finansial 360 derajat berbasis empat pilar SIAP:

  1. Simpanan: Membangun kebiasaan finansial sejak dini melalui bluSaving (tabungan fleksibel multi-kantong), bluDeposit (deposito fleksibel), bluGether (patungan dan tabungan bersama), bluValas (tabungan multi-mata uang), bluBisnis (kelola keuangan usaha), serta bluAccount for Teens. Rekening tabungan khusus remaja ini kini menjangkau usia 10-17 tahun, dari sebelumnya mulai 12 tahun, untuk merespons antusiasme pasar sebagai langkah awal edukasi literasi finansial.
  2. Investasi: Penumbuhan aset terintegrasi bagi investor pemula melalui bluInvest (Reksa Dana dan Emas digital) serta bluRDN hasil kolaborasi dengan BCA Sekuritas untuk kemudahan investasi di pasar modal.
  3. Asuransi: Perlindungan mikro yang simpel dan terjangkau via bluInsurance. Tersedia Travel Insurance, Electronic Equipment Insurance, Personal Cyber Insurance, Health Protection, Accident Protection, hingga Life Protection.
  4. Pinjaman: Solusi likuiditas cepat, transparan, dan bertanggung jawab melalui bluExtraCash.

Peran Lifestyle Enabler: Integrasi BaaS dan Open Banking

Sebagai lifestyle enabler, integrasi Banking-as-a-Service (blUnion) mencatat tren positif. Per 31 Agustus 2026, frekuensi transaksi di berbagai sektor gaya hidup tumbuh di atas 50%. Segmen Groceries & Necessities tumbuh 70% YoY. Pembelian tiket bioskop (Cinema) naik 60% YoY. Sektor transportasi publik & perjalanan naik 54% YoY. Food & Beverages (F&B) tumbuh 51% YoY sebagai motor transaksi harian terbesar.

blu juga terkoneksi dengan industri fintech, HR tech, marketing tech, digital payment, transport, gaming, hingga inisiatif sustainability. Tujuannya, menghadirkan pengalaman transaksi perbankan yang fleksibel dan terintegrasi.

Edukasi Berkelanjutan: bluAcademy hingga bluPressAwards 2026

Komitmen terhadap kedewasaan finansial diwujudkan melalui bluAcademy. Program ini menjadi ujung tombak literasi keuangan perusahaan. Sejak Oktober 2023 hingga Agustus 2026, bluAcademy telah mengedukasi 30.926 peserta melalui 25 batch. Nasabah belajar mengelola keuangan sambil mempraktikkan fitur blu.

Duardi Prihandiko, Head of Brand & Communication BCA Digital, mengatakan edukasi finansial perlu berkelanjutan. "Literasi keuangan yang berkelanjutan adalah sebuah perjalanan panjang. Kami memulainya dari dalam melalui bluAcademy sebagai ujung tombak, di mana nasabah bisa belajar sekaligus mempraktikkan langsung fitur-fitur blu untuk mengelola keuangan sehari-hari," ujarnya.

Agar dampaknya meluas, pembelajaran dari bluAcademy diteruskan melalui karya media. BCA Digital menggelar puncak penganugerahan bluPressAwards 2026. Tahun ini, ajang ini lebih besar dengan dua kategori: Feature Article dan Opinion Article. Program ini mengumpulkan 118 karya artikel dari 106 media (37 Media Nasional dan 69 Media Lokal/Daerah), melibatkan 107 jurnalis dari berbagai daerah.

Karya terpilih akan dikompilasi dan dibukukan secara resmi. Buku ini akan didaftarkan untuk mencatatkan Rekor MURI sebagai penghormatan atas kontribusi insan pers bagi literasi keuangan Indonesia.

Menurut Duardi, peran media penting untuk memperluas jangkauan edukasi. "Namun, agar edukasi dan panduan ini menjangkau skala yang lebih masif, bank tidak bisa berjalan sendirian. Kami butuh kekuatan storytelling dari rekan-rekan jurnalis untuk menyambung tongkat estafet pembelajaran tersebut ke masyarakat luas. Melalui bluPressAwards 2026, kami tidak sekadar memberikan penghargaan, melainkan merayakan sinergi ini—sebuah dedikasi insan pers yang tak kenal lelah membantu masyarakat luas agar merasa terbantu dan semakin terbiasa mencapai kedewasaan finansial," pungkas Duardi.

Informasi lebih lanjut mengenai produk dan fitur blu by BCA Digital dapat diakses melalui blubybcadigital.id.

BCA Digital menunjukkan bahwa pertumbuhan bank digital tidak hanya soal akuisisi pengguna, tetapi juga bagaimana layanan tersebut benar-benar dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dominasi Gen Z dan Milenial dalam transaksi, investasi, hingga tabungan bersama mengindikasikan pergeseran pola pengelolaan keuangan generasi muda. Mereka tidak lagi sekadar menabung, tetapi juga berinvestasi, bertransaksi valas, dan mencari perlindungan asuransi—semua dalam satu ekosistem.

BCA Digitalblu 2.0kinerja keuanganGen ZMilenialliterasi finansialekosistem digital

Komentar

Memuat komentar...