BEI Buka Suara Soal 11 Saham RI Kena Rebalancing MSCI

Sinta R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BEI Buka Suara Soal 11 Saham RI Kena Rebalancing MSCI

Gambar atau konten salah?

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, akhirnya angkat bicara setelah MSCI mengumumkan penyesuaian ulang atau rebalancing terhadap saham-saham dalam indeks global mereka. Pengumuman itu menyebutkan ada 11 saham dari Indonesia yang terdampak oleh perubahan tersebut.

Jeffrey menjelaskan bahwa rebalancing sebenarnya adalah siklus periodik yang sudah biasa dilakukan oleh MSCI. Dalam proses ini, MSCI menggunakan data dari keterbukaan informasi yang disediakan oleh BEI. Data itu mencakup daftar kepemilikan saham di atas 1 persen, hingga informasi tentang saham dengan tingkat kepemilikan yang sangat terkonsentrasi, atau disebut high shareholding concentration (HSC).

"Rebalancing ini secara periodik dilakukan oleh MSCI. Dan seperti proses rebalancing sebelumnya, MSCI juga menggunakan keterbukaan informasi publik yang disampaikan oleh BEI, seperti HSC dan kepemilikan saham 1%," kata Jeffrey dalam pernyataannya pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melanjutkan komunikasi dengan MSCI. Di sisi yang sama, otoritas BEI juga aktif membangun komunikasi dengan para investor global. "Komunikasi kami dengan MSCI tentu akan terus dilanjutkan. Demikian juga komunikasi dengan investor global," ujarnya.

Dalam pengumuman resmi MSCI, ada sepuluh saham Indonesia yang dikeluarkan dan satu saham yang turun kasta. Semua perubahan ini baru akan berlaku efektif pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Pada kategori Global Standard Indexes, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi dikeluarkan. Sementara itu, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengalami penurunan kasta. Saham CPIN turun dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Global Small Cap Indexes.

Selanjutnya, di jajaran MSCI Global Small Cap Indexes, ada sembilan saham Indonesia yang juga ikut dikeluarkan. Mereka adalah:

  • PT Bank Jago Tbk (ARTO)
  • PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)
  • PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
  • PT MD Intertainment Tbk (FILM)
  • PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
  • PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG)
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
  • PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
  • PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)

"Semua perubahan akan diberlakukan mulai penutupan pasar pada 31 Agustus 2026," demikian tertulis dalam pengumuman MSCI pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Proses rebalancing ini bukanlah hal yang baru. MSCI secara rutin menyesuaikan komposisi indeksnya berdasarkan data terkini yang tersedia di publik, termasuk dari bursa efek setempat. Bagi emiten, masuk atau keluar dari indeks global seperti MSCI bisa berdampak pada minat investor asing, karena banyak dana kelolaan global yang menggunakan indeks ini sebagai patokan investasi.

BEIMSCIrebalancingsahamIndeks Globalketerbukaan informasiinvestor asing

Komentar

Memuat komentar...