BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal

Lina F. · 2 min baca · 50 menit lalu · 23 dibaca
Bisik.id
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal

Gambar atau konten salah?

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku kaget dengan pengumuman MSCI yang menyebut potensi perubahan status pasar modal RI dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Yang membuat mereka heran, pengumuman itu datang jauh lebih cepat dari jadwal yang seharusnya.

Padahal, hasil tinjauan indeks MSCI baru akan diumumkan pada November 2026. Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menyebut pengumuman tersebut seharusnya dirilis pada 12 November. Ia juga mengatakan banyak pihak, termasuk pelaku pasar, yang terkejut dengan kabar ini.

"Kami juga terus terang surprise, banyak pihak surprise, yang pelaku pasar juga surprise. Kok bisa jauh lebih awal ya biasanya kan seminggu atau dua minggu dengan final announcement itu di November kan di awal November, 12 November kalau nggak salah. Nah ini lebih awal hampir sebulan sebelumnya itu terus terang di luar perkiraan kami juga," ungkap Iding kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16 Oktober 2026).

Iding menjelaskan, BEI bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia, sebelumnya telah bertemu dengan lembaga penyedia indeks global seperti MSCI dan sejumlah investor. Pertemuan itu digelar di Bangkok, Thailand, pada Selasa (13 Oktober 2026).

Namun dalam pertemuan tersebut, tidak ada pembahasan soal reklasifikasi status pasar saham modal Indonesia. Menurut Iding, pertemuan itu lebih fokus membahas kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi badan usaha milik negara (BUMN).

"Satu pertanyaan mengenai MSCI, ya memang kita memberikan kesempatan untuk masing-masing pihak, termasuk MSCI. MSCI sewaktu itu mempertanyakan mengenai yang tadi saya sampaikan efektivitas dan enforcement gitu aja, jadi tidak ada signal gitu ya, bahwa oh ini ada kemungkinan di stand alone market," terangnya.

Iding menambahkan, sejauh ini MSCI dan investor global menghargai inisiatif Self-Regulatory Organization (SRO) terkait reformasi pasar modal RI. Namun ia tak menyangkal masih ada sejumlah kekhawatiran investor global terhadap pasar modal Indonesia.

"Namun mereka tetap ya, dari ya mungkin teman-teman sudah membaca, jadi dari concern terakhir, dari pengumuman terakhir dengan konsultasi itu, sebagian investor global masih mempertanyakan mengenai efektivitas dan enforcement," pungkasnya.

Pengumuman MSCI ini menjadi perhatian serius bagi pasar modal Indonesia. Jika statusnya turun menjadi Standalone Market, bisa berdampak pada aliran dana asing yang masuk ke bursa saham Tanah Air. Investor global biasanya menggunakan indeks MSCI sebagai acuan dalam menempatkan investasi mereka di berbagai negara.

Meski begitu, BEI tampaknya belum ingin berspekulasi terlalu jauh. Mereka masih menunggu perkembangan selanjutnya dan berupaya meyakinkan investor global bahwa pasar modal Indonesia terus melakukan perbaikan. Efektivitas dan penegakan aturan menjadi dua hal yang paling sering dipertanyakan investor asing, dan ini yang coba dijawab oleh otoritas pasar modal melalui berbagai reformasi yang sedang berjalan.

MSCIBursa Efek IndonesiaStandalone MarketEmerging Marketreklasifikasiinvestor globalpasar modal

Komentar

Memuat komentar...