IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Gambar atau konten salah?
Jakarta — Pasar saham Indonesia dibuka dengan tekanan jual yang cukup deras pada Jumat, 16 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah, dan investor asing menjadi aktor utama di balik pelemahan tersebut. Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan aksi jual yang masif sepanjang sesi pertama perdagangan.
Angka jual bersih (net foreign sell) yang dicatatkan investor asing mencapai Rp 2,92 triliun. Lebih rinci lagi, total nilai beli asing (foreign buy) tercatat sebesar Rp 5,21 triliun, sementara nilai jual asing (foreign sell) membengkak hingga Rp 8,13 triliun. Artinya, selisih antara keduanya cukup lebar dan menekan laju indeks.
Yang menarik, saham-saham perbankan besar menjadi sasaran utama pelepasan oleh investor asing. Bank BCA (BBCA) memimpin daftar jual bersih dengan nilai fantastis, yaitu Rp 1,98 triliun. Volume perdagangan saham BBCA pada hari itu tercatat sebanyak 379,74 juta lembar saham. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual terhadap saham bank swasta terbesar di Tanah Air itu sangat signifikan.
Di posisi kedua, ada Bank BRI (BBRI) yang mencatatkan jual bersih senilai Rp 630,97 miliar. Volume saham BBRI yang berpindah tangan mencapai 230,54 juta saham. Menyusul di bawahnya, Bank Mandiri (BMRI) juga tak luput dari aksi jual asing, dengan nilai jual bersih Rp 485 miliar dan volume 134,5 juta saham.
Tidak hanya sektor perbankan, emiten pelat merah pun ikut terdampak. PT Aneka Tambang (ANTM) yang bergerak di bidang pertambangan emas mencatatkan jual bersih senilai Rp 113,9 miliar dengan volume perdagangan 43,8 juta saham. Sementara itu, PT Telkom Indonesia (TLKM) menutup lima besar daftar jual bersih asing dengan nilai Rp 55 miliar dan volume 28,6 juta saham.
Kombinasi aksi jual di sektor perbankan dan BUMN ini memberikan gambaran bahwa investor asing sedang melakukan rotasi portofolio atau mengurangi eksposur mereka di pasar saham domestik. Tekanan jual yang terpusat pada saham-saham berkapitalisasi besar ini otomatis memberikan efek yang lebih terasa pada pergerakan IHSG secara keseluruhan. Belum ada kepastian apakah aksi jual ini akan berlanjut pada sesi berikutnya, tetapi pola perdagangan di sesi I sudah memberikan sinyal yang jelas tentang sentimen pasar saat ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
Wamenek: Investor Jangan Panik soal MSCI, Hitung Sendiri Potensinya
