Beiranvand Jadi Tembok Iran, Belgia Frustrasi Tanpa Gol

Bambang W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Beiranvand Jadi Tembok Iran, Belgia Frustrasi Tanpa Gol

Gambar atau konten salah?

Pertandingan antara Belgia dan Iran di Grup G Piala Dunia 2026 menyisakan satu nama yang langsung menjadi perbincangan hangat: Alireza Beiranvand. Kiper Iran berusia 33 tahun ini tampil begitu dominan hingga membuat laga yang digelar di SoFi Stadium, Los Angeles, pada Senin, 22 Juni 2026 dini hari WIB, berakhir tanpa gol.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Iran langsung berada dalam tekanan besar. Belgia, yang diperkuat nama-nama besar seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku, terus menggempur pertahanan Iran. Namun, di balik semua itu, Beiranvand berdiri tegak bagaikan tembok yang tak tertembus. Ia menjadi alasan utama Tim Melli bisa membawa pulang satu poin berharga dari laga sengit ini.

Catatan pertandingan menunjukkan performa gemilang Beiranvand. Ia tercatat melakukan tujuh penyelamatan penting sepanjang pertandingan. Beberapa dari penyelamatan itu bahkan tergolong spektakuler. Salah satu momen yang paling diingat adalah saat ia menggagalkan peluang emas Maxim De Cuyper dari jarak dekat. Publik yang hadir di stadion maupun yang menonton dari rumah dibuat terpukau oleh refleks cepatnya.

Belgia memang mendominasi penguasaan bola dan terus menekan tanpa henti. Namun, setiap kali bola mengarah ke gawang Iran, seolah ada kekuatan tak kasat mata yang menghentikannya. Tangan Beiranvand menjadi momok bagi para penyerang Belgia.

Ketegangan semakin bertambah ketika Belgia harus kehilangan satu pemainnya. Nathan Ngoy menerima kartu merah pada menit ke-66, membuat Belgia bermain dengan 10 orang. Meski unggul jumlah pemain, Iran tidak serta-merta mengubah strategi. Mereka justru semakin rapat dalam bertahan, mengandalkan soliditas lini belakang yang dipimpin oleh Beiranvand.

Aksi heroik sang kiper langsung menyebar luas di media sosial. Banyak penggemar sepak bola yang memberikan julukan baru untuknya. Mereka menyebut Beiranvand sebagai "Tembok Iran". Julukan itu muncul karena ia berkali-kali menggagalkan peluang Belgia yang terlihat hampir pasti akan menjadi gol.

Tidak hanya penggemar biasa, media internasional juga ikut memuji. Beberapa media asing menempatkan penampilan Beiranvand sebagai salah satu aksi penjaga gawang terbaik yang pernah ada di Piala Dunia 2026. Tidak heran jika FIFA kemudian memberikan Man of the Match Award kepada Beiranvand setelah laga melawan Belgia.

Berbagai reaksi bermunculan dari warganet di media sosial. Berikut beberapa di antaranya:

  • "Alireza Beiranvand tak diragukan lagi adalah Pemain Terbaik Pertandingan! 7 penyelamatan luar biasa, termasuk penyelamatan refleks kelas dunia untuk menggagalkan peluang De Cuyper. Belgia menguasai 71% penguasaan bola tetapi sama sekali tidak memiliki ketepatan teknis untuk menembus pertahanan terstruktur Iran. Penampilan yang elit!" tulis akun @EKOautomobile.
  • "Rating 10 gak tuh! 🤯 Tembok Berlin versi Asia Barat ini mah. Mesir ketar-ketir melihat ini," ujar @maliiih28.
  • "Save satu tangan, jarak 5 meter dan posisi baring, moment terbaik di pertandingan ini," puji @ALENASPORST.
  • "Alireza Beiranvand benar-benar berubah jadi tembok hidup. 🧱🧤 Belgia dibuat frustrasi sepanjang laga, 7 penyelamatan dan clean sheet bukan statistik yang main-main.," tulis @wahyuwhdn.
  • "Beiranvand emang beda! 7 saves dan cleansheet vs Belgia? Rating sempurna buat keeper berpengalaman šŸ‘ Iran main solid bgt, 2 poin dari 2 laga itu keren," ujar @RocioX5454.

Penampilan Beiranvand di laga ini menjadi bukti bahwa pengalaman dan ketenangan adalah senjata paling ampuh bagi seorang kiper. Dengan dua poin yang berhasil diraih dari dua pertandingan, Iran menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang bisa diremehkan di Piala Dunia 2026.

BeiranvandPiala Dunia 2026IranBelgiapenyelamatankipertembok

Komentar

Memuat komentar...