Type One Energy ajukan izin bangun reaktor fusi
Gambar atau konten salah?
Pada akhir Januari 2026, tepatnya 29 Januari 2026, sebuah perusahaan bernama Type One Energy—yang didukung oleh Bill Gates—secara resmi mengajukan permohonan izin awal untuk membangun pembangkit listrik yang sangat berbeda dari yang biasa kita lihat. Pembangkit ini bukanlah pembangkit biasa. Ini adalah reaktor fusi yang menggunakan teknologi kurungan magnetik.
Reaktor ini diberi nama Infinity One. Bentuknya disebut stellarator, dan cara kerjanya mirip dengan tokamak—yang berbentuk seperti donat—hanya saja lebih rumit. Stellarator ini sering dijuluki sebagai 'matahari buatan' karena di dalamnya, suhu plasma bisa naik hingga mendekati 100 juta derajat Celcius. Untuk mencapai suhu setinggi itu, reaktor ini menggunakan susunan kumparan magnetik yang sangat kompleks dan berbelit-belit.
Menurut laporan yang dikutip dari Popular Mechanics, para ilmuwan meyakini bahwa desain stellarator bisa menghindari banyak masalah stabilitas yang sering mengganggu tokamak. Tapi ada harga yang harus dibayar: konstruksinya sangat rumit. Type One Energy sebenarnya sudah mengumumkan pada Februari 2024 bahwa mereka memilih Pembangkit Listrik Tenaga Fosil Bull Run sebagai lokasi untuk reaktor uji coba mereka. Sekarang, pekerjaan di lokasi itu mulai ditingkatkan.
"Kami telah bekerja sama erat sejak Februari 2024, berbagi informasi desain dan pengetahuan yang relevan yang sangat penting untuk menetapkan kondisi perizinan yang tepat untuk pembangkit listrik fusi," kata Christofer Mowry, CEO Type One Energy, dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan, "Kolaborasi ini menjadikan Tennessee sebagai model internasional 'keselamatan sejak tahap desain' dan transparansi untuk perizinan mesin fusi."
Menurut rencana perusahaan, lokasi di Bull Run tidak hanya akan menjadi tempat reaktor prototipe Infinity One. Akan ada juga pusat pelatihan tenaga kerja di sana. Dan di masa depan, mereka berencana membangun pembangkit listrik fusi bernama Infinity Two dengan kapasitas 350 MWe. Semua ini akan dibangun dalam beberapa fase. Fase pertama menargetkan agar Infinity One bisa beroperasi dan berjalan pada tahun 2029.
Ide bahwa sebuah stellarator bisa berfungsi dan menyediakan energi dalam skala jaringan hanya dalam tiga tahun memang menimbulkan keraguan. Tapi pendiri Type One Energy bukanlah orang sembarangan. Beberapa dari mereka pernah bekerja di Helically Symmetric Experiment (HSX) di Universitas Madison-Wisconsin. Ada juga yang terlibat dalam Wendelstein 7-X Stellarator di Greifswald, Jerman—yang merupakan stellarator terbesar di dunia.
Pemilihan lokasi bekas industri seperti Pembangkit Listrik Tenaga Fosil Bull Run juga bukan kebetulan. Ini adalah bagian dari tren yang disebut 'energi yang dimanfaatkan kembali'. Proyek lain yang juga didukung oleh Bill Gates, yaitu TerraPower yang berbasis fisi, sedang dibangun di dekat fasilitas batubara yang akan ditutup di Kemmerer, Wyoming. Konstruksi non-nuklir di sana sudah dimulai pada Juni 2024.
Singkatnya, Type One Energy sedang mencoba mewujudkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: reaktor fusi yang benar-benar bisa menyuplai listrik ke jaringan dalam waktu dekat. Tapi dengan semua kerumitan teknis dan jadwal yang ambisius, masih banyak yang harus dibuktikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
BRIN Gandeng Modiva, Riset Antiperspiran Alami
Prabowo Umumkan Program Tukar Tambah Motor Listrik
Icomex Bursa Komoditas RI, Siap Operasi 2027
Prabowo Canangkan Bursa Mineral RI, Target Beroperasi 2027
Insentif Motor Listrik 1 Juta Unit Menanti PMK
6 dari 9 Terminal BBM Flores Beroperasi Pascagempa
Freeport Target Setor Rp 100 Triliun per Tahun ke Negara
Pertamina Potong Rp81 Per Liter BBM untuk NTT
Freeport Ajukan IUPK Baru, Operasi Tambang Terancam Berhenti 2041
Freeport Lepas 12% Saham Gratis ke RI, Berlaku 2041
