Bellingham: Persatuan Timnas Inggris Penting ke 2026
Gambar atau konten salah?
Jude Bellingham menegaskan keinginan agar timnas Inggris dan para penggemar dapat membangun hubungan yang baik di Piala Dunia 2026. Ia berharap setiap pemain merasakan kasih sayang dari seluruh pihak.
Sejak 1 Januari 2018, Inggris menatap Piala Dunia dengan harapan tinggi. Pada turnamen itu, mereka finis keempat. Empat tahun kemudian, di 1 Januari 2022, mereka hanya mencapai perempatfinal dan kalah dari Prancis. Meski hasilnya tidak memuaskan, penampilan mereka tetap diapresiasi.
Di kompetisi Eropa, Inggris pernah mencapai final dua kali terakhir. Namun, mereka hanya menjadi runner‑up. Pada 1 Januari 2024, Inggris kembali menjadi sorotan. Tim dianggap bermain buruk meski berhasil mencapai babak final. Suasana para suporter juga tidak menyenangkan, penuh keraguan tentang perjalanan tim.
Jude Bellingham, yang saat itu diharapkan menjadi penopang tim, merasa dirinya diperlakukan sebagai kambing hitam. Ia berkata, “Di Euro lalu, kami punya sejumlah hal yang agak salah di luar lapangan. Saya tak merasa grup ini terhubung sebaik yang semestinya untuk sejumlah alasan,” dikutip BBC. Ia menambahkan, “Ekspektasi punya peran di sana, kami tampil bagus di 2018 dan di Qatar (Piala Dunia 2022) dan ketika tiba ke turnamen itu, kami dilihat sebagai salah satu dari dua atau tiga tim yang seharusnya juara.”
Ia juga mengakui, “Kami tak bermain baik jadi meskipun kami menang, Anda tak merasa sesenang yang seharusnya. Memang harus ada elemen pantang menyerah dan tekad untuk menag, tapi sudah menjadi sifat alami sepakbola bahwa kemenangan lekas hilang dan kami harus sedikit lebih menghargai momen itu.”
Menjelang Piala Dunia 2026, Bellingham menekankan pentingnya persatuan. Ia menegaskan, “Saya rasa kali ini dengan pengalaman‑pengalaman itu, dan tahu, misalnya, bahwa orang yang mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia tak selalu orang yang Anda jagokan, jadi Anda mesti selalu siap. Semua orang harus merasa dicintai dan merasa jadi bagian besar dari tim. Untuk hal lainnya, yang penting menikmati saja.”
Dengan kata lain, Bellingham mengajak semua pihak—pemain, pelatih, dan penggemar—untuk tetap bersatu. Ia percaya bahwa rasa saling menghargai dan kebersamaan akan menjadi kunci bagi Inggris mencapai prestasi lebih tinggi di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
