Gubernur Sumut Buka Trail of the Kings UTMB 2026 di Samosir
Gambar atau konten salah?
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, membuka resmi acara Trail of The Kings by UTMB 2026 di Kabupaten Samosir. Pagi itu, Sabtu, 13 Juni 2026, ia melepas 1.015 pelari dari 34 negara di titik start Waterfront City, tepat pukul 03.00 WIB. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 14 Juni 2026.
“UTMB ini tahun kedua, alhamdulillah sejumlah negara kepesertaan bertambah dari 27 negara di tahun sebelumnya sekarang ada 34 negara,” kata Bobby setelah menyalurkan peserta. Ia berharap jumlah pelari akan terus bertambah di tahun depan. “Mudah-mudahan di tahun-tahun berikutnya kepesertaan semakin baik sekaligus juga memperkenalkan daerah wisata kita di Samosir kepada dunia internasional,” ujarnya.
Yuda Pratiwi Setiawan, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, menjelaskan rincian pelarian. Hari ini kita melepas jam 3 pagi kategori 100 kilometer dengan jumlah 70 peserta. Kategori 60 kilometer dan 28 kilometer akan dilepas pada Sabtu pagi, sementara sisanya pada Minggu pagi. 28 kilometer 300-an peserta, katanya, menandakan kategori ini paling populer.
Para pelari akan melewati beberapa destinasi wisata di Samosir, termasuk Pusuk Buhit dan Desa Sikkam. “Lumayan banyak yang kita lewati seperti Pusuk Buhit, Desa Sikkam,” tambah Yuda. Jarak yang diikuti mencakup Kids Race, 5K, 10K, 28K, 60K, dan 100K.
Acara ini sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata Samosir ke pasar internasional. Dengan melibatkan peserta dari banyak negara, event ini menonjolkan potensi alam dan budaya daerah. Diharapkan, kehadiran pelari dari luar negeri akan meningkatkan minat wisatawan global terhadap Samosir.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
