BGN Ancam Tutup SPPG yang Tak Penuhi Standar

Lia N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BGN Ancam Tutup SPPG yang Tak Penuhi Standar

Gambar atau konten salah?

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan peringatan keras kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peringatan ini ditujukan bagi SPPG yang tidak memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola yang sudah ditetapkan. Ia menyatakan, jika SPPG sudah tidak mampu memenuhi standar tersebut, maka bisa saja ditutup.

Menurut Sudaryono, SPPG yang tidak memenuhi standar akan melalui proses pembinaan dan evaluasi terlebih dahulu. Namun, jika setelah dibina tetap tidak ada perbaikan, maka operasional SPPG tersebut akan dihentikan. "Kita akan perbaiki, akan kita tegur, kalau memang tidak bisa perbaiki kita tutup. Kalau memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu dan juga operasional yang baik. Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga," ujar Sudaryono dalam keterangan resminya pada Jumat, 24 Juli 2026.

Sudaryono menegaskan bahwa BGN akan menerapkan prinsip pembinaan yang disertai dengan penegakan disiplin. SPPG yang menunjukkan kinerja baik akan mendapatkan apresiasi. Sebaliknya, SPPG yang mengabaikan ketentuan akan dikenai sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran. "Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya nggak disiplin, SPPG-nya atau petugasnya nggak disiplin, petugasnya nggak bagus ya kita mesti hentikan. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita mesti kasih punishment juga," tegas Sudaryono.

Ia menjelaskan bahwa inspeksi mendadak dilakukan secara acak di sejumlah lokasi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang objektif mengenai kondisi di lapangan. Selain itu, inspeksi ini juga bertujuan untuk memberikan apresiasi dan semangat kepada SPPG beserta para petugas yang telah menjalankan operasional sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).

Dari hasil pemantauan di beberapa SPPG yang dikunjungi, yaitu SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Bundil 5, sebagian besar telah menjalankan operasional sesuai dengan standar yang ditetapkan. Namun, menurut Sudaryono, tantangan terbesar bagi SPPG yang telah menerapkan SOP adalah menjaga kualitas dan variasi menu. Hal ini penting agar penerima manfaat tidak merasa bosan.

Sudaryono juga mengajak masyarakat dan media untuk turut mengawal pelaksanaan Program MBG. Ia meminta agar masyarakat memberikan masukan apabila menemukan pelayanan yang belum sesuai standar. Menurutnya, pengawasan publik merupakan bagian dari upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

Secara keseluruhan, pernyataan Sudaryono menunjukkan bahwa BGN berkomitmen untuk menegakkan standar yang ketat. Ancaman penutupan SPPG yang tidak patuh menjadi sinyal bahwa kualitas layanan gizi harus dijaga. Pengawasan dari publik dan media diharapkan dapat membantu memastikan program berjalan sesuai harapan.

peringatan kerasstandar keamanan panganmutu gizipenutupan SPPGpembinaan dan evaluasiinspeksi mendadakpengawasan publik

Komentar

Memuat komentar...