BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola

Kartika D. · 2 min baca · 1 jam lalu · 33 dibaca
Bisik.id
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola

Gambar atau konten salah?

Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) digeledah oleh penyidik Kejaksaan Agung pada hari Rabu, 03 Juni 2026. Penggeledahan ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan pergantian pimpinan BGN, termasuk pengunduran diri Dadan Hindayana dari pucuk kepemimpinan lembaga tersebut.

Menjelaskan langkah ini, Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, menegaskan bahwa pemerintah meminta semua pihak memberi kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan tugasnya. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah masih memantau hasil dari penggeledahan tersebut. “Tentunya ini bagian dari proses untuk sekali lagi komitmen kita bersama-sama adalah untuk selalu berusaha memperbaiki tata kelola, memperbaiki manajemen bagi semua pemerintahan, kementerian maupun lembaga, dan mari bagi kita semua bahwa di dalam menjalankan pemerintahan dan di dalam menjalankan tugas sehari‑hari untuk terus menghindarkan diri dari hal‑hal yang melanggar norma‑norma, terutama norma‑norma hukum,” ujar Prasetyo kepada media.

Penggeledahan di kantor BGN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dibenarkan oleh Plh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mochammad Jeffry. Ia menyatakan, “Penyidik pidsus (Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus) Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN.”

Di tengah proses ini, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, menggantikan Dadan Hindayana. Dua Wakil Kepala BGN lama, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga digantikan. Agustina Arumsari, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BPKP, kini menjadi Wakil Kepala BGN, sementara Trenggono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Dirut Agrinas Pangan Nusantara, mengisi posisi Wakil Kepala BGN lainnya.

Menanggapi penunjukan pimpinan baru, Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, menyambut baik perombakan di lembaga yang menjadi pengelola utama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai bahwa perubahan ini menjadi momentum untuk memperbaiki dan mempercepat pelaksanaan MBG agar lebih tepat sasaran, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.

Dalam keterangan tertulis yang diterbitkan pada hari yang sama, Zulkifli Hasan menyatakan, “Saya kenal baik ketiganya, Ketua Badan dan Wakil Ketua Badan yang baru. Mereka adalah orang yang tepat. Saya sering rapat dengan mereka. Mereka memiliki pengalaman mengelola program pemerintah, mampu bekerja lintas kementerian dan lembaga, serta memahami tantangan implementasi di lapangan.”

Sejauh ini, Kementerian Koordinator Bidang Pangan memimpin sinkronisasi, evaluasi, dan pengendalian lintas sektor program MBG yang melibatkan 17 kementerian dan lembaga. Hal ini dilakukan melalui implementasi tata kelola Program MBG sesuai Perpres Nomor 115 Tahun 2025. Hingga 02 Juni 2026, MBG telah beroperasi melalui 29.670 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan menjangkau 63.133.649 penerima manfaat.

Menegaskan kembali, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan di BGN menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendengar berbagai kritik, protes, dan masukan publik. “Ini bukti Presiden mendengar berbagai kritikan, protes, dan masukan publik. Presiden adalah sosok yang mendengar dengan kehati‑hatian,” pungkasnya.

Penggeledahan BGN dan pergantian pimpinan menandai langkah pemerintah dalam memperbaiki tata kelola lembaga pengelola program gizi nasional. Dengan pimpinan baru yang dianggap memiliki kapasitas dan pengalaman, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

BGNPenggeledahanPrabowo SubiantoMakan Bergizi GratisZulkifli HasanKejaksaan AgungKebijakan Tata Kelola

Komentar

Memuat komentar...