Bandung Zoo Resmi Dikelola Faunaland, Kembali Dibuka

Rudi H. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bandung Zoo Resmi Dikelola Faunaland, Kembali Dibuka

Gambar atau konten salah?

Bandung Zoo, setelah lama ditutup akibat prahara, kini memasuki fase akhir. Setelah menunggu lama, area wisata edukasi satwa itu akhirnya menemukan titik terang untuk dibuka kembali bagi pengunjung.

Kebun binatang ini kini resmi dikelola oleh Faunaland, lembaga konservasi yang akan bertanggung jawab selama 26 tahun. Kontrak mencakup pembayaran kontribusi Rp 4,3 miliar per tahun, ditambah bagi hasil 11 persen.

"Bandung Zoo sudah ada pemenangnya, Faunaland. Saat ini sedang pembicaraan selama 2 hari untuk poin‑poin PKS (perjanjian kerja sama). Nah, setelah saya sudah bicara dengan Menteri Kehutanan langsung kemarin, dan kita bersepakat atas keputusan dari panitia lelang," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Kamis (11/6/2026).

Farhan menjelaskan bahwa langkah selanjutnya adalah menandatangani kembali nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Bandung dengan Kementerian Kehutanan, serta antara kota dan PT Fauna Land. Dengan kesepakatan tersebut, akan ditentukan tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung terhadap berbagai biaya operasional dan jangka waktu pengambilalihan oleh Faunaland.

"Berikutnya adalah melakukan kembali nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Bandung dengan Kementerian Kehutanan, dan Pemerintah Kota Bandung dengan pemenang lelang, dalam hal ini PT Fauna Land. Nah, nanti dari kesepakatan itu maka akan bisa ditentukan Pemerintah Kota Bandung akan bertanggung jawab terhadap berbagai macam biaya operasional itu apa saja dan sampai kapan, dan akan diambil alih oleh Faunaland sampai kapan," ungkapnya menambahkan.

Ketika ditanya alasan Faunaland dipilih, Farhan menjawab bahwa lembaga tersebut memperoleh peringkat tertinggi dalam proses lelang pengelolaan.

"Farhan sempat ditanya alasan Faunaland ditunjuk jadi pengelola Bandung Zoo. Menurutnya, lembaga itu mendapat peringkat tertinggi dalam proses lelang pengelolaan."

Ia menambahkan bahwa lelang tersebut bersifat terbuka, di mana semua peserta hadir dan menandatangani berita acara. Skor tertinggi diberikan kepada Faunaland.

"Kalau itu sebetulnya bukan saya menjawab, jangan saya, tapi ketua panitia lelang. Tapi kalau lihat dari dokumen yang terbuka, memang skornya katanya yang paling tinggi, begitulah kira‑kira..Itu lelang terbuka, di mana semua peserta lelang juga hadir dan sudah menandatangani berita acara," ujarnya.

Karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi, Faunaland tidak dapat segera membuka kebun binatang. Proses ini memerlukan waktu yang cukup lama.

"Alhasil, Bandung Zoo tidak bisa segera buru‑buru dibuka. Faunaland sebagai pengelola baru mesti menyelesaikan sejumlah persyaratan yang membutuhkan waktu begitu panjang."

Selanjutnya, akan ada proses panjang untuk pengajuan izin operasional khusus lembaga konservasi berbadan hukum dari Kementerian Kehutanan kepada Faunaland di Kota Bandung, serta izin AMDAL dari Pemerintah Kota Bandung dengan sepengetahuan Kementerian Lingkungan.

"Jadi selanjutnya, akan ada proses yang cukup panjang untuk pengajuan izin operasional khusus lembaga konservasi berbadan hukum dari Kementerian Kehutanan kepada Faunaland di Kota Bandung, dan juga izin AMDAL dari Pemerintah Kota Bandung dengan sepengetahuan Kementerian Lingkungan kepada Faunaland juga," ucapnya.

Di samping itu, kota akan menginventarisir beberapa satwa yang masih berada di bawah titipan lembaga konservasi lain. Audit akan dilakukan oleh Kementerian Kehutanan.

"Pada saat bersamaan juga, kita akan menginventarisir beberapa satwa yang statusnya masih titipan dari lembaga konservasi yang lain, dan itu akan dibantu auditnya oleh Kementerian Kehutanan," ungkap Farhan menambahkan.

Negosiasi ini akan berlangsung secara intens dalam dua hari. Setelah selesai, keputusan kapan Bandung Zoo dapat kembali beroperasi akan diambil.

"Pembicaraan itu kata Farhan akan dilakukan secara intens dalam dua hari ini. Setelah pembicaraan tersebut, baru bisa diambil keputusan kapan Bandung Zoo bisa kembali beroperasi."

Farhan juga akan kembali ke Jakarta untuk bertemu Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutanan guna membahas hal‑hal teknis pengelolaan lahan.

"Sedang dibicarakan, dalam waktu 2 hari ini semua akan diputuskan. Jadi pembicaraannya akan sangat intens, terutama saya ini lagi mau balik lagi ke Jakarta ketemu sama Menteri Lingkungan Hidup dan ketemu sama Menteri Kehutanan untuk membicarakan hal‑hal teknis mengenai pengelolaan lahan tersebut," ujarnya.

Selama masa transisi, Pemerintah Kota Bandung masih menanggung gaji karyawan Bandung Zoo hingga akhir Juni 2026. Faunaland diwajibkan membayar kontribusi Rp 4,3 miliar setiap tahun, ditambah 11 persen bagi hasil keuntungan.

"Karyawan insyaallah sampai akhir bulan Juni gajinya nanti akan dibayarkan masih oleh pemerintah, sesuai dengan anggaran yang kita miliki. Kalau kontribusi tetap itu setiap tahun. Plus 11 persen bagi hasil keuntungan," pungkasnya.

Proses ini menyoroti kompleksitas pengelolaan kebun binatang di Indonesia, di mana persyaratan hukum, keuangan, dan audit harus dipenuhi sebelum fasilitas dapat beroperasi kembali.

Bandung ZooFaunalandpengelolaKementerian Kehutananizin operasionalAMDALkonservasi

Komentar

Memuat komentar...