BGN Siapkan 1.000 Dapur MBG Baru untuk Daerah 3T

Bayu K. · 2 min baca · 3 jam lalu · 23 dibaca
Bisik.id
BGN Siapkan 1.000 Dapur MBG Baru untuk Daerah 3T

Gambar atau konten salah?

Badan Gizi Nasional (BGN) berencana memperbanyak jumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau yang dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Rencananya, hampir 1.000 dapur MBG baru akan segera dibuka.

Kepala BGN, Sudaryono, menyatakan bahwa penambahan dapur ini akan difokuskan pada daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah yang memiliki angka stunting tinggi. "Minggu ini saya rencana buka ada sekitar 900, hampir 1.000 di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali, ya daerah 3T sama prevalensi stunting tinggi dan tinggi sekali. Jadi kita ingin yang prioritas kita beresin dulu lah," ujar Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin, 05 Oktober 2026.

Sudaryono menegaskan bahwa proses pembukaan dapur SPPG dilakukan melalui sistem yang sudah ditetapkan pemerintah. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jasa perantara atau membayar pihak tertentu demi mendapatkan kesempatan dalam program ini. "Tentunya pembukaan dapur ini by system semua. Jadi nggak ada orang yang akan datang, jajakin jasa. Biasanya kan suka ada calo ya, ini nanti kalau tolong diberitakan, ya enggak ada calonya di sini," terang Sudaryono.

Saat ini, jumlah SPPG yang sudah beroperasi mencapai 27.022 dapur. Namun, dari jumlah tersebut, sekitar 1.100 dapur belum mendapatkan Surat Penetapan Penerima Manfaat (SPS). "Dari 1.100 tadi, itu kira-kira 500-an itu suspend. Suspend itu ya karena IPAL atau karena ada pernah ada keracunan makanan, kemudian ada perbaikan, dan lain sebagainya, itu ada sekitar 500," kata Sudaryono.

Dari penjelasan Sudaryono, terlihat bahwa pemerintah sedang berupaya memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis, terutama ke daerah-daerah yang paling membutuhkan. Namun, masih ada sejumlah dapur yang belum beroperasi penuh karena berbagai kendala teknis, seperti masalah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan insiden keracunan makanan. Hal ini menunjukkan bahwa selain memperbanyak jumlah dapur, perbaikan kualitas dan pengawasan juga menjadi perhatian penting.

Badan Gizi NasionalDapur Makan Bergizi GratisDaerah 3TStuntingSPPGPembukaan DapurKendala Teknis

Komentar

Memuat komentar...