BGN Ungkap Tiga Sebab Dana Dapur MBG Tak Kunjung Cair
Gambar atau konten salah?
Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya buka suara soal dana operasional untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal sebagai Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak kunjung masuk ke virtual account. Ada beberapa alasan di balik masalah ini. Mulai dari soal laporan penggunaan dana, data penerima bantuan yang tidak cocok, hingga masalah kedisiplinan dalam memakai anggaran.
Juru bicara BGN, Tysa Novenny, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama dana operasional SPPG tidak cair adalah karena mereka tidak melaporkan penggunaan dana harian lewat Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN). Laporan ini penting. Tanpa laporan, BGN tidak bisa memantau dan mempertanggungjawabkan uang yang sudah dipakai.
"Yang pertama, karena SPPG yang bersangkutan tidak melakukan pelaporan penggunaan dana harian dalam SIPGN atau Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan," kata Tysa dalam keterangan tertulis pada Senin, 26 Oktober 2026.
Ini bukan soal sepele. Pelaporan harian adalah mekanisme yang sudah ditetapkan. Kalau SPPG tidak patuh, ya otomatis dana tidak bisa dicairkan. BGN ingin memastikan setiap rupiah yang keluar bisa dipertanggungjawabkan. Jadi, pencairan dana operasional sangat tergantung pada seberapa disiplin SPPG dalam mengikuti aturan administrasi yang sudah dibuat.
Masalah kedua adalah ketidakcocokan data penerima manfaat. SPPG melayani orang-orang yang tidak terdaftar dalam data SPS-2, yaitu Surat Penetapan Sementara Penerima Manfaat 2. Data ini penting supaya program MBG tepat sasaran. Kalau data tidak sesuai, anggaran bisa meleset dari perencanaan awal.
"SPPG yang bersangkutan melayani penerima manfaat MBG yang tidak sesuai dengan data SPS-2, yaitu data Surat Penetapan Sementara Penerima Manfaat 2," jelas Tysa.
Ketiga, ada juga SPPG yang kehabisan dana karena tidak disiplin dalam menggunakan anggaran. Mungkin mereka memakai uang untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan perhitungan awal. Akibatnya, dana cepat habis dan tidak bisa dipakai untuk operasional selanjutnya.
"Atau bisa saja SPPG yang bersangkutan itu juga mengalami kehabisan dana karena tidak disiplin dalam penggunaan dana sebagaimana yang telah ditetapkan dan diperhitungkan sebelumnya," pungkasnya.
Jadi, intinya masalah ini bukan semata-mata karena BGN tidak mau mencairkan dana. Ada prosedur yang harus diikuti. SPPG harus melaporkan penggunaan dana harian, memastikan data penerima manfaat sesuai, dan disiplin dalam memakai anggaran. Kalau tiga hal ini tidak dipenuhi, ya dana operasional tidak akan masuk ke virtual account. Program MBG pun terhambat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
