BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia Versi Ritel
Gambar atau konten salah?
Bank Indonesia resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) versi ritel pada Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-81. Kartu ini dirancang agar bisa dipakai sebagai sumber dana saat bertransaksi menggunakan QRIS.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan KKI adalah hasil kolaborasi dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia dan berbagai perusahaan keuangan. Tujuannya, menambah opsi pembayaran tunda di Indonesia.
Pada tahap awal, KKI hadir sebagai kartu digital. Fungsinya, menjadi sumber dana untuk transaksi QRIS. Seseorang yang memindai kode QRIS bisa memilih sumber dana: kartu kredit, tabungan, atau uang elektronik.
"Pertama ini ada dalam bentuk kartu digital dan ini menjadi sumber dana dari QRIS. Jadi artinya, kartu kredit itu akan menjadi sumber dana dari QRIS, kalau kita scan QRIS sumber dananya bisa pilihannya bisa pakai kartu kredit, bisa pakai tabungan, ataupun pakai uang elektronik," kata Filianingsih dalam konferensi pers virtual, Rabu, 19 Agustus 2026.
BI juga menargetkan KKI bersifat interoperable. Artinya, kartu ini bisa dipakai di satu mesin EDC yang menerima berbagai kartu kredit Indonesia.
Pada tahap kedua, KKI akan dikembangkan menjadi kartu kredit digital untuk transaksi online. Termasuk belanja di e-commerce. Tahap ketiga, baru kartu fisik.
"Tahap kedua kita akan kembangkan kartu digital, kartu kredit digital ini bisa dimanfaatkan untuk transaksi online melakukan pembayaran secara online di e-commerce dan lain-lain, dan nanti tahap ketiga adalah kartu fisiknya, kartu fisik seperti biasa," jelas dia.
Sejumlah bank sudah masuk sebagai first mover. Mereka ikut mengembangkan KKI. Daftarnya: BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, dan Bank Mega. Untuk Bank Syariah Indonesia, BI memproyeksikan mereka mengembangkan KKI versi syariah.
BI tetap membuka pendaftaran bagi bank lain dan penyedia jasa pembayaran non-bank. Asal memenuhi syarat. Filianingsih bilang, sudah ada second mover mulai mendaftar sebagai penerbit KKI.
"Saat ini second mover sudah mulai mendaftar dan mudah-mudahan ini akan segera banyak menambah PJP yang menjadi issuer," pungkasnya.
Peluncuran KKI ini menambah opsi pembayaran digital di Indonesia. Ke depannya, konsumen punya lebih banyak pilihan sumber dana saat bertransaksi lewat QRIS dan belanja online. Bank Indonesia terus memperluas ekosistem, baik bank konvensional maupun syariah, untuk meramaikan layanan ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
