Boikot Sarwendah, Kuasa Hukum Ruben Buka Suara

Wulan M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Boikot Sarwendah, Kuasa Hukum Ruben Buka Suara

Gambar atau konten salah?

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, akhirnya buka suara soal seruan boikot terhadap Sarwendah yang ramai di media sosial. Menurut Minola, boikot itu muncul sebagai konsekuensi dari tindakan atau pernyataan Sarwendah di ruang publik. "Hal itu mungkin mencederai keadilan atau membuat netizen tidak simpatik," ujar Minola dalam wawancara melalui Zoom.

Namun, saat diminta menjelaskan lebih detail tentang aksi boikot tersebut, Minola memilih tutup mulut. Ia menegaskan, fokus utamanya saat ini adalah perkara hukum yang masih berjalan. Salah satu poin krusial dalam gugatan yang diajukan adalah dugaan eksploitasi anak. Minola menyebut pihaknya masih menyoroti aktivitas siaran langsung di platform media sosial yang melibatkan anak-anak. "Patut diduga anak-anak ini tumbuh dalam lingkungan yang tidak aman. Adanya dugaan eksploitasi anak, karena mereka dilibatkan dalam live TikTok di malam hari dan beberapa kegiatan lain yang tak seharusnya dilakukan anak di bawah umur," ungkapnya.

Di sisi lain, Ruben Onsu mengaku ingin bertemu dengan kedua putrinya secara pribadi, tanpa kehadiran media. Menurutnya, ada sejumlah hal yang perlu dibicarakan dan diluruskan terkait hubungannya dengan kedua anaknya. "Kami perlu bertemu bertiga saja, sehingga saya bilang pelan-pelan bisa melewati ini semua. Saya mau bertemu secara langsung, saya maunya bertemu bertiga saja, tanpa media," papar Ruben Onsu di studio Brownis, Trans TV, Jakarta Selatan, pada Kamis, 02 Juli 2026.

Sementara itu, tiga petisi yang berisi ajakan memboikot Sarwendah di platform Change.org terus mendapat dukungan dari masyarakat. Hingga akhir pekan lalu, jumlah tanda tangan dari ketiga petisi tersebut telah mencapai 62.176 dukungan.

Kasus ini menunjukkan bagaimana opini publik bisa bergerak cepat di media sosial, terutama ketika melibatkan figur publik dan isu sensitif seperti perlindungan anak. Ruben Onsu, melalui kuasa hukumnya, memilih jalur hukum sebagai prioritas, sementara ia juga berharap bisa menyelesaikan masalah pribadi dengan kedua putrinya secara langsung dan tertutup.

boikot Sarwendaheksploitasi anakRuben OnsuMinola Sebayangpetisimedia sosialperlindungan anak

Komentar

Memuat komentar...