BPBD Sumsel Siapkan Status Karhutla, Ajukan Helikopter 2026
Gambar atau konten salah?
BPBD Sumatera Selatan akan menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum apel siaga pada 22 April 2026. Penetapan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengajukan bantuan tambahan, khususnya helikopter, ke pemerintah pusat.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, “Setelah kita menetapkan status siaga, baru akan mengajukan helikopter water bombing dan patroli udara. Penetapan status itu sebagai dasar pengajuan bantuan ke BNPB.” Ia menegaskan bahwa helikopter dianggap krusial untuk mempercepat respons pemadaman, terutama di daerah yang sulit dijangkau tim darat.
BPBD Sumsel mengusulkan setidaknya 10 helikopter. Jumlah ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya, namun akan disesuaikan dengan kondisi karhutla yang diantisipasi. “Kita akan melihat efisiensi anggaran pemerintah, tapi nantinya akan melihat kondisi karhutla yang terjadi di Sumsel,” tambahnya.
Helikopter akan digunakan untuk water bombing dan patroli udara. Laporan dari patroli udara akan memicu tindakan cepat agar api tidak membesar. Jika tim darat tidak dapat menanggulangi api, helikopter akan segera turun.
BPBD sebelumnya mengidentifikasi 12 daerah rawan karhutla di Sumatera Selatan. Daerah-daerah tersebut adalah Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, dan OKU Selatan.
Dengan status siaga yang ditetapkan, BPBD berharap dapat memaksimalkan penanganan karhutla. Penanganan cepat akan membantu mencegah penyebaran api yang lebih luas, sekaligus melindungi wilayah dan masyarakat di Sumatera Selatan.
Perencanaan ini menandai langkah penting dalam upaya mitigasi kebakaran hutan di wilayah tersebut, menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
