BPBD Sumsel Siapkan Status Karhutla, Ajukan Helikopter 2026

Dedi S. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
BPBD Sumsel Siapkan Status Karhutla, Ajukan Helikopter 2026

Gambar atau konten salah?

BPBD Sumatera Selatan akan menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum apel siaga pada 22 April 2026. Penetapan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengajukan bantuan tambahan, khususnya helikopter, ke pemerintah pusat.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, “Setelah kita menetapkan status siaga, baru akan mengajukan helikopter water bombing dan patroli udara. Penetapan status itu sebagai dasar pengajuan bantuan ke BNPB.” Ia menegaskan bahwa helikopter dianggap krusial untuk mempercepat respons pemadaman, terutama di daerah yang sulit dijangkau tim darat.

BPBD Sumsel mengusulkan setidaknya 10 helikopter. Jumlah ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya, namun akan disesuaikan dengan kondisi karhutla yang diantisipasi. “Kita akan melihat efisiensi anggaran pemerintah, tapi nantinya akan melihat kondisi karhutla yang terjadi di Sumsel,” tambahnya.

Helikopter akan digunakan untuk water bombing dan patroli udara. Laporan dari patroli udara akan memicu tindakan cepat agar api tidak membesar. Jika tim darat tidak dapat menanggulangi api, helikopter akan segera turun.

BPBD sebelumnya mengidentifikasi 12 daerah rawan karhutla di Sumatera Selatan. Daerah-daerah tersebut adalah Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, dan OKU Selatan.

Dengan status siaga yang ditetapkan, BPBD berharap dapat memaksimalkan penanganan karhutla. Penanganan cepat akan membantu mencegah penyebaran api yang lebih luas, sekaligus melindungi wilayah dan masyarakat di Sumatera Selatan.

Perencanaan ini menandai langkah penting dalam upaya mitigasi kebakaran hutan di wilayah tersebut, menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat.

BPBD Sumatera Selatankarhutlahelikopterwater bombingpatroli udara

Komentar

Memuat komentar...