GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Gambar atau konten salah?
Malam ini, tepat pukul 20.00 WIB, pemirsa bisa menyaksikan kembali GoldenEye di layar kaca. Film spionase legendaris tahun 1995 ini punya tempat khusus dalam sejarah. Ini adalah film pertama yang memperkenalkan Pierce Brosnan sebagai James Bond, agen 007. Brosnan mengambil alih peran ikonik tersebut dan langsung dihadapkan pada musuh bebuyutan: mantan rekannya sendiri.
Cerita GoldenEye digarap oleh sutradara Martin Campbell. Naskahnya ditulis oleh Michael France dan Jeffrey Caine, tentu saja masih berlandaskan karakter ciptaan Ian Fleming. Brosnan tidak sendirian. Ia beradu akting dengan Sean Bean yang memerankan Alec Trevelyan. Trevelyan bukan sembarang penjahat. Ia adalah mantan agen MI6 yang berbalik arah dan menjadi ancaman utama bagi Bond.
Misi Bond kali ini terbilang rumit. Ia harus menghentikan sindikat kejahatan asal Rusia. Sindikat ini berencana mencuri sistem pertahanan rahasia yang sangat berbahaya. Jika berhasil, stabilitas dunia bisa terancam. Bond harus bergerak cepat. Ia perlu membongkar dalang di balik rencana sabotase tersebut.
Sebelum menyelami lebih dalam, mari lihat siapa saja yang bermain dalam film ini. Daftar pemainnya cukup panjang dan diisi oleh nama-nama terkenal:
- Pierce Brosnan sebagai James Bond
- Sean Bean sebagai Alec Trevelyan
- Izabella Scorupco sebagai Natalya Simonova
- Famke Janssen sebagai Xenia Onatopp
- Joe Don Baker sebagai Jack Wade
- Judi Dench sebagai M
- Robbie Coltrane sebagai Valentin Zukovsky
- Tchéky Karyo sebagai Dimitri Mishkin
- Gottfried John sebagai Colonel Ourumov
- Alan Cumming sebagai Boris Grishenko
- Desmond Llewelyn sebagai Q
- Samantha Bond sebagai Moneypenny
- Michael Kitchen sebagai Bill Tanner
- Serena Gordon sebagai Caroline
- Simon Kunz sebagai Severnaya Duty Officer
- Pavel Douglas sebagai French Warship Captain
- Olivier Lajous sebagai French Warship Officer
- Billy J. Mitchell sebagai Admiral Chuck Farrel
Kisahnya bermula pada tahun 1986. Bond dan Alec menyusup ke pabrik senjata rahasia milik Uni Soviet. Misi itu gagal. Alec dianggap tewas dalam insiden tersebut. Namun, bertahun-tahun kemudian, Alec muncul kembali. Ia ternyata masih hidup. Lebih dari itu, ia kini memimpin sindikat bernama Janus. Sindikat ini berencana mencuri kendali atas senjata bernama GoldenEye.
Begitu mengetahui pengkhianatan Alec, Bond mendapat tugas baru. Ia harus menghentikan mantan rekannya itu. GoldenEye sendiri bukan senjata biasa. Ini adalah sistem senjata berbasis satelit luar angkasa. Senjata ini mampu memancarkan pulsa elektromagnetik, atau EMP. Gelombang elektromagnetik ini dirancang untuk menghancurkan semua perangkat elektronik. Jaringan digital dan sistem komputer di wilayah sasaran akan lumpuh total.
Rencana Alec sangat jahat. Ia ingin menggunakan satelit itu untuk melumpuhkan pusat keuangan di London. Listrik akan padam. Kekacauan finansial global akan terjadi. Setelah itu, ia berencana menguras bank-bank tersebut. Bencana ekonomi dunia ada di tangannya.
Bond tidak tinggal diam. Ia melacak Alec dari Rusia hingga ke markasnya di Kuba. Dalam perjalanan berbahaya ini, ia ditemani Natalya Simonova, seorang programmer komputer. Bersama-sama, mereka berusaha menghentikan satelit itu sebelum menembak dan menghancurkan peradaban.
Akankah Bond berhasil menggagalkan rencana Alec? Atau justru satelit maut itu akan melumpuhkan dunia? Semua jawabannya ada dalam tayangan malam ini.
Film ini menjadi penanda penting dalam waralaba James Bond. Brosnan membawa gaya baru yang lebih modern dan karismatik. Ia juga memperkenalkan sosok M yang diperankan Judi Dench untuk pertama kalinya. GoldenEye berhasil menggabungkan elemen spionase klasik dengan teknologi fiksi ilmiah yang canggih pada masanya. Hingga kini, film ini tetap dikenang sebagai salah satu petualangan Bond yang paling solid.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Gibran Tegas: Tak Boleh Beda Pasien BPJS dan Umum
Warga Tolak Didata, Sensus Ekonomi 2026 Terhambat
2.149 Kasus DBD di Sumsel, 15 Orang Meninggal
Berita Terbaru
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
Turis Australia Siram Pasangan China di Pulau Padar Viral
Casillas Sebut Inggris Pengecut Usai Kalah 1-2 dari Argentina
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
UNY Rilis Biaya Uang Pangkal Jalur Mandiri 2025
