Bryan Johnson Terjangkit Autoimun, Lambung Sendiri

Surya B. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Bryan Johnson Terjangkit Autoimun, Lambung Sendiri

Gambar atau konten salah?

Bryan Johnson, seorang pengusaha teknologi berusia 48 tahun, baru saja menerima kabar yang tidak menyenangkan tentang kondisi kesehatannya. Pria yang dikenal karena obsesinya terhadap umur panjang ini didiagnosis menderita penyakit autoimun yang tidak bisa disembuhkan.

Pekan lalu, CEO Braintree itu mengungkapkan bahwa ia mengidap gastritis autoimun (AIG). Dalam kondisi ini, antibodi sistem kekebalan tubuh menjadi kacau dan mulai menyerang sel-sel lambung. Johnson menggambarkan penyakit ini membuat lambungnya 'memakan' dirinya sendiri. Penyakit ini sering muncul tanpa gejala yang jelas dan bisa memicu kanker.

Meskipun menghadapi cobaan berat, Johnson tetap optimis. Ia percaya bahwa pendekatan biohacking yang selama ini ia terapkan bisa membantu mengatasi penyakit ini. "Saya akan mencoba dan mengatasinya. Akan saya bagikan semua prosesnya," tulisnya di akun X miliknya.

Yang menarik perhatian adalah fakta bahwa Johnson telah menghabiskan jutaan dolar untuk menjaga kesehatannya. Ia mempekerjakan sepasukan dokter pribadi yang terus memantau kondisinya dan membantunya melakukan berbagai intervensi kesehatan yang tidak biasa. Beberapa di antaranya termasuk menyuntikkan darah putranya ke tubuhnya dan memantau ereksi. Karena itu, cukup mengejutkan bahwa kondisi autoimun ini bisa lama tidak terdeteksi.

Johnson menyalahkan kebiasaan tidak sehat di masa mudanya sebagai penyebabnya. Ia mengaku sering makan terlalu banyak gula dan mengalami tingkat stres yang tinggi di usia 20-an, yang menyebabkan berat badannya naik. Ia juga pernah didiagnosis mengidap hipotiroidisme saat berusia 21 tahun, yaitu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak melepaskan cukup hormon ke aliran darah.

Tanda bahaya mulai muncul ketika tim medisnya menyadari bahwa ia mengalami kekurangan zat besi kronis, meskipun tidak terlihat menderita anemia. Tes kemudian mengonfirmasi diagnosis gastritis autoimun stadium awal.

Diagnosis ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas biohacking yang selama ini dilakukan Johnson. Beberapa orang juga bertanya-tanya apakah gaya hidupnya yang rumit dan terlalu fokus pada umur panjang justru ikut berperan dalam memicu penyakitnya.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, Johnson membela diri. "Ini adalah diagnosis dari kondisi yang mulai muncul di dalam tubuh saya lebih dari 20 tahun yang lalu. Jika saya tidak merawat tubuh dengan baik selama beberapa tahun terakhir, kondisinya pasti akan jauh lebih buruk. Masalah kesehatan akan selalu muncul, sesehat apa pun seseorang," tulisnya.

Kasus Bryan Johnson menunjukkan bahwa bahkan seseorang yang sangat memperhatikan kesehatan dan memiliki akses ke tim medis terbaik pun tidak kebal terhadap penyakit. Obsesi terhadap umur panjang dan berbagai intervensi kesehatan yang ekstrem tidak selalu menjamin perlindungan dari penyakit autoimun. Faktor-faktor seperti kebiasaan masa lalu dan genetika tetap memainkan peran besar dalam kondisi kesehatan seseorang saat ini.

Bryan Johnsongastritis autoimunbiohackingpenyakit autoimunumur panjangkekurangan zat besikebiasaan tidak sehat

Komentar

Memuat komentar...