BSI Luncurkan Haji Terpadu Atasi Antrean 9 Tahun

Hendra M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BSI Luncurkan Haji Terpadu Atasi Antrean 9 Tahun

Gambar atau konten salah?

Masa tunggu untuk haji khusus kini sudah mencapai 9 tahun. Angka ini membuat perencanaan ibadah haji sejak dini menjadi semakin penting. Menyikapi hal tersebut, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang berada di bawah naungan Danantara Indonesia meluncurkan layanan haji terpadu. Layanan ini dirancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci dengan lebih terencana, nyaman, dan tetap sesuai prinsip syariah.

BSI tidak bekerja sendiri. Bank ini menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan ratusan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem haji nasional. Caranya dengan menyediakan layanan yang lebih mudah diakses, terintegrasi, dan memberikan kepastian soal jadwal keberangkatan jemaah.

Data terbaru menunjukkan antrean haji reguler mencapai sekitar 5,45 juta jemaah. Rata-rata masa tunggunya 26 hingga 29 tahun. Sementara itu, antrean haji khusus mencapai sekitar 149 ribu jamaah. Masa tunggunya kini sudah menembus angka 9 tahun.

"Ketika masa tunggu haji khusus telah mencapai sembilan tahun, masyarakat perlu mempersiapkan perjalanan hajinya jauh lebih awal," kata Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangan tertulis pada Selasa, 11 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa BSI berkomitmen meningkatkan layanan haji dan menjadi mitra bagi masyarakat. Tujuannya membantu mereka merencanakan perjalanan ibadah ke Tanah Suci dengan lebih baik, terarah, dan sesuai prinsip syariah.

Lewat sinergi dengan PIHK, BSI menghadirkan layanan yang menghubungkan calon jamaah dengan penyelenggara haji terpercaya. Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan jaringan dan layanan perbankan syariah BSI dengan pengalaman PIHK dalam menyelenggarakan haji. Hasilnya, masyarakat bisa mendapatkan akses layanan yang lebih lengkap, sejak tahap perencanaan hingga keberangkatan.

Erwan menjelaskan, PIHK memiliki kedekatan dengan calon jamaah. Mereka memahami kebutuhan jamaah secara langsung. Karena itu, kerja sama ini menjadi langkah strategis. Tujuannya menghadirkan pengalaman layanan haji yang lebih terintegrasi. Juga memberikan kemudahan, kenyamanan, dan kepastian bagi masyarakat dalam merencanakan keberangkatan ke Tanah Suci.

Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya BSI memperkuat ekosistem haji nasional. Bank ini ingin mendampingi masyarakat Indonesia di setiap tahap perjalanan menuju ibadah haji. Sekaligus memperluas akses terhadap layanan syariah yang memberikan nilai tambah dan manfaat berkelanjutan bagi calon jamaah.

"Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memiliki posisi strategis dalam ekosistem haji nasional," ungkap Erwan. Saat ini BSI merupakan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Pangsa penerimaan setoran haji regulernya mencapai sekitar 83 persen. Itu yang terbesar di Indonesia. Sementara pada segmen haji khusus, BSI menguasai pangsa sekitar 35,40 persen.

Menurut Erwan, penguatan ekosistem haji merupakan bagian dari komitmen BSI untuk semakin dekat dengan kebutuhan spiritual dan finansial masyarakat Indonesia. "Dengan dukungan layanan perbankan syariah yang komprehensif serta jaringan mitra yang terus berkembang, BSI ingin memastikan bahwa perjalanan menuju Tanah Suci dapat dipersiapkan dengan lebih baik, lebih terarah, dan lebih pasti," tutupnya.

Angka masa tunggu yang panjang ini menunjukkan betapa pentingnya persiapan sejak awal. Baik haji reguler maupun khusus sama-sama membutuhkan perencanaan matang. BSI, dengan pangsa pasar yang besar di kedua segmen tersebut, mencoba menjembatani kebutuhan calon jamaah dengan penyelenggara haji. Tujuannya sederhana: membuat proses menunggu dan persiapan menjadi lebih terkelola.

haji khususmasa tunggubank syariah indonesiaekosistem hajiPIHKperencanaan haji

Komentar

Memuat komentar...