BSI Luncurkan Infaq Rutin, Sedekah Otomatis via Aplikasi
Gambar atau konten salah?
Sebuah survei nasional yang dilakukan oleh Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengungkapkan angka yang cukup besar. Total nilai Ziswaf—singkatan dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf—serta kurban yang dikeluarkan oleh masyarakat Muslim Indonesia dalam satu tahun terakhir mencapai sekitar Rp 343,08 triliun. Dari jumlah tersebut, kontribusi paling besar datang dari infak dan sedekah, yang nilainya mencapai Rp 221,7 triliun.
Angka ini membuka peluang bagi industri perbankan syariah. Bank-bank syariah kini bisa menghadirkan layanan yang menghubungkan aktivitas finansial masyarakat dengan kepedulian sosial. Salah satu kuncinya adalah digitalisasi. Dengan teknologi, aktivitas Ziswaf bisa menjadi lebih mudah, relevan, dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Terutama bagi generasi muda yang akrab dengan ponsel dan aplikasi.
Menangkap peluang ini, Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan inovasi melalui aplikasi BYOND by BSI. Mereka memperkenalkan fitur bernama Infaq Rutin. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk melakukan infaq secara otomatis dan terjadwal. Jadwalnya bisa harian, mingguan, atau bulanan. Tidak perlu lagi repot-repot transfer manual setiap kali ingin bersedekah.
Anton Sukarna, Direktur Sales & Distribution BSI, mengatakan bahwa inovasi Infaq Rutin ini adalah bagian dari upaya BSI untuk menghadirkan pengalaman perbankan syariah yang utuh. Bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan finansial, tetapi juga mendukung kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat. Menurut Anton, fitur ini dirancang agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap bisa menjalankan hobi dan aktivitas mereka. Layanan ini membantu membangun kebiasaan berbagi di tengah kesibukan sehari-hari.
Kehadiran fitur Infaq Rutin juga menjadi bagian dari upaya BSI memperkuat ekosistem Ziswaf digital. Hingga pertengahan 2026, transaksi Ziswaf melalui layanan BSI tercatat hampir mencapai 1 juta transaksi. Pertumbuhan ini didukung oleh basis nasabah BSI yang kini telah mencapai 24 juta nasabah. Selain melalui BYOND by BSI, masyarakat bisa menyalurkan Ziswaf melalui berbagai kanal lain. Ada 1.130 kantor cabang BSI, ATM, QRIS, hingga kanal digital lainnya.
BSI juga telah menggandeng 59 lembaga zakat untuk berkolaborasi. Tujuannya adalah mengakselerasi penghimpunan dana Ziswaf, khususnya infak. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperluas akses untuk berinfak, tetapi juga memperkuat pemanfaatan dana sosial Islam untuk berbagai program yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
"Ke depan kami juga tidak menutup kemungkinan kolaborasi lebih solid agar infaq bisa dimanfaatkan untuk program-program keumatan, sosial kemanusiaan, lingkungan, dan pemberdayaan umat lainnya agar sustain. Inilah yang terus kami usung agar bank syariah memberikan manfaat lebih luas bagi sesama," ujar Anton dalam keterangan tertulis pada 21 September 2026.
Melalui fitur ini, masyarakat bisa membangun kebiasaan berbagi secara konsisten. Tidak perlu lagi melakukan transaksi manual setiap kali ingin berinfak. Nominal infaq juga bisa disesuaikan dengan kemampuan nasabah. Mulai dari Rp1.000 saja. Dengan digitalisasi Ziswaf melalui BYOND by BSI, diharapkan aktivitas berbagi bisa menjadi bagian dari kebiasaan finansial masyarakat. Semakin mudah masyarakat berinfak secara rutin, semakin terbuka pula ruang kolaborasi untuk mengoptimalkan dana sosial Islam bagi program pemberdayaan dan penguatan ekonomi umat.
Bagi nasabah yang ingin mengaktifkan fitur Infaq Rutin di BYOND by BSI, langkah-langkahnya cukup sederhana:
- Buka aplikasi BYOND by BSI
- Pilih menu Berbagi, kemudian Infaq
- Pilih lembaga tujuan
- Masukkan nominal infaq, mulai dari Rp1.000
- Aktifkan fitur Infaq Rutin
- Pilih jadwal: harian, mingguan, atau bulanan
- Infaq akan berjalan secara otomatis sesuai jadwal yang dipilih
Survei STF UIN Jakarta menunjukkan bahwa potensi Ziswaf di Indonesia sangat besar, mencapai ratusan triliun rupiah. Inovasi seperti Infaq Rutin dari BSI ini adalah salah satu cara untuk menjembatani potensi tersebut dengan kemudahan teknologi. Tujuannya sederhana: membuat berbagi menjadi kebiasaan yang otomatis, bukan lagi sesuatu yang perlu diingat-ingat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
OJK: Pemindahan Gaji ASN dari BPD Tak Bisa Sembarangan
Pembiayaan Pegadaian Tembus Rp160,78 Triliun hingga Juli 2026
Menkeu Minta Pejabat Pajak dan Bea Cukai Tak Hanya Kejar Target
BCA Digital Catat Pertumbuhan Solid di Usia Lima Tahun
23.000 Koperasi Desa Rampung, Siap Beroperasi Oktober
Pasar Pondok Labu Sepi, Pedagang Rindu Masa Pandemi
