BTN dan ID FOOD Teken MoU Pembiayaan Rp3 Triliun

Putri N. · 3 min baca · 1 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
BTN dan ID FOOD Teken MoU Pembiayaan Rp3 Triliun

Gambar atau konten salah?

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan BUMN Holding Pangan ID FOOD resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis, 01 Oktober 2026 di Jakarta. Dalam kerja sama ini, BTN menyediakan plafon pembiayaan hingga Rp 3 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti modal kerja, offtake komoditas strategis, transaksi bisnis, hingga digitalisasi.

Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menjelaskan bahwa pembiayaan ini akan memperkuat kemampuan perusahaannya. "Dukungan pembiayaan ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menyerap, mengelola, dan mendistribusikan komoditas pangan strategis. Semakin kuat kemampuan offtake, semakin besar pula kapasitas ID FOOD untuk menghubungkan produksi dengan pasar secara lebih efektif," ujarnya dalam keterangan tertulis pada hari yang sama.

Komoditas yang menjadi fokus antara lain beras, gula, minyak goreng, dan pangan strategis lainnya. Fasilitas ini bukan yang pertama. Sejak 2024, BTN telah memberikan pembiayaan kepada ID FOOD Group. Dukungan itu digunakan untuk Program Bantuan Pangan Stunting, pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta bisnis beras, gula, garam, benih padi, dan susu.

Total fasilitas pembiayaan BTN yang telah digunakan dalam berbagai aktivitas ID FOOD Group hingga saat ini mencapai sekitar Rp 5 triliun. Ghimoyo menambahkan, "Utilisasi sekitar Rp5 triliun menunjukkan bahwa kolaborasi ini telah berjalan secara konkret dan memiliki skala yang signifikan. MoU terbaru menjadi pijakan untuk membawa kerja sama tersebut ke tahap berikutnya."

Cakupan kerja sama tidak hanya berhenti pada pembiayaan korporasi. Produk dan layanan BTN akan diperluas untuk menjangkau supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, pedagang, mitra usaha, hingga karyawan dalam jaringan ID FOOD Group. Di sisi internal, sekitar 1.600 rekening karyawan dari RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo telah menggunakan layanan payroll BTN. Digitalisasi juga mulai diterapkan melalui revitalisasi Kantin ID FOOD dan pemanfaatan QRIS dalam ekosistem Bale by BTN.

"Ekosistem pangan melibatkan banyak pelaku. Karena itu, manfaat kerja sama ini harus dirasakan bukan hanya oleh korporasi, tetapi juga supplier, distributor, buyer, pedagang, dan mitra usaha melalui transaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien," kata Ghimoyo.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menilai posisi ID FOOD sangat strategis sebagai Holding BUMN Pangan. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu fundamental utama kekuatan ekonomi domestik. "Dengan demikian, ID FOOD memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai pelaku ekonomi, mulai dari petani, peternak, nelayan, supplier, distributor, merchant UMKM, hingga konsumen. Karena itu, semakin efficient dan connected ekosistem ID FOOD, semakin besar pula kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian nasional," beber Nixon.

Salah satu potensi besar ID FOOD yang disorot Nixon adalah pengembangan Warung Pangan. BTN siap mendukung ekosistem ini. Mulai dari payment dan collection, transaksi supplier, hingga kebutuhan finansial mitra Warung Pangan. Termasuk potensi pembiayaan bagi pelaku usaha di dalam ekosistem. "BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID FOOD. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen. Kolaborasi ini bukan hanya soal financial value. Lebih dari itu, kami ingin ikut membangun rantai distribusi pangan yang semakin efficient, inclusive, dan connected," tutup Nixon.

Kerja sama antara BTN dan ID FOOD ini menunjukkan upaya memperkuat rantai pasok pangan nasional. Dengan dukungan pembiayaan dan digitalisasi, diharapkan distribusi pangan dari produsen ke konsumen menjadi lebih efisien. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika ekonomi.

BTNID FOODpembiayaanketahanan panganMoUdigitalisasi

Komentar

Memuat komentar...