Buaya Kecil Terekam di Sungai Cimandiri, Sukabumi
Gambar atau konten salah?
Sukabumi menjadi sorotan kembali ketika Sungai Cimandiri menghidupkan gambar buaya muara kecil yang terekam oleh seorang warga. Video tersebut menunjukkan reptil berukuran kecil sedang berenang di permukaan air, tepat di sekitar Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan.
Video ini mulai viral di grup‑grup WhatsApp pada 29 Maret 2026. Meskipun baru memuncak hari ini, warga lokal sudah mengaku pernah melihat buaya tersebut sejak 25 Maret 2026 lalu.
Berbeda dengan kabar burung yang menyebut predator raksasa, rekaman menunjukkan buaya yang masih berukuran kecil. Satwa ini tampak tenang mengikuti arus sungai, berada tidak jauh dari area aktivitas warga.
Menurut Nanan, salah satu warga yang mengetahui keberadaan buaya di lokasi tersebut, fenomena ini bukanlah hal baru bagi masyarakat di bantaran Sungai Cimandiri. Ia mengaku sempat melihat langsung saat satwa tersebut muncul ke permukaan.
“Memang benar di sini ada buaya, saya sendiri melihatnya pas lagi di pinggir sungai. Munculnya nggak jauh dari daratan, cuma memang ukurannya masih kecil, nggak sebesar yang dibayangkan orang‑orang,” ujar Nanan saat berbincang.
Ia menduga buaya‑buaya kecil ini betah berdiam di titik tersebut karena ketersediaan pakan alami yang melimpah, ditambah adanya aktivitas peternakan di sekitar aliran sungai. “Sepertinya dia memang betah di area ini. Mungkin karena di dekat sini ada kandang ayam, jadi dia sering seliweran cari sisa‑sisa makanan atau limbah dari situ,” tambahnya.
Meski keberadaan buaya sering terlihat, Nanan menyebut warga sudah mulai terbiasa. Kendati demikian, masyarakat tetap mengedepankan prinsip kehati‑hatian saat beraktivitas di pinggir sungai. “Warga sebenarnya sudah tahu kalau di titik ini ada buayanya, tapi tetap saja was‑was. Apalagi kalau air lagi tenang begini, tiba‑tiba muncul moncongnya saja di permukaan,” pungkasnya.
Faktor lain yang mendukung habitat reptil adalah kondisi geografis Sungai Cimandiri di bawah pabrik es setempat. Di lokasi tersebut terdapat leuwi (cekungan dalam) dan lubang‑lubang alami pada tebing sungai yang menjadi tempat persembunyian ideal.
Dede Rukandi, warga yang hobi memancing ikan belanak di lokasi, mengamini hal tersebut. Ia bahkan mengaku pernah melihat beberapa individu buaya dengan warna yang berbeda, mulai dari hitam hingga kekuningan. “Pernah lihat yang agak hitam, ada juga yang kekuningan. Bahkan ada anaknya juga, awalnya dikira biawak tapi pas diperhatikan ternyata memang anak buaya,” tutur Dede.
Sejauh ini, kehadiran buaya‑buaya kecil tersebut tidak mengganggu aktivitas warga. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menjaga kebersihan sungai agar ekosistem tetap seimbang tanpa menimbulkan konflik antara manusia dan satwa.
Keberadaan buaya kecil di Sungai Cimandiri menunjukkan bahwa lingkungan perairan di Sukabumi masih menyediakan tempat tinggal bagi fauna lokal. Masyarakat yang sudah terbiasa tetap berhati‑hatinya, menandai pentingnya kesadaran akan keberadaan satwa di sekitar kita.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polres Karawang Gelar Binrohtal dan Doa Hari Bhayangkara
Pemerintah Rencanakan Peningkatan Dana Pendidikan 2026
Tahun Baru Islam: Perbedaan Kalender Lunar vs Solar
Mahasiswa Bandung Unjuk Rasa di DPRD Jawa Barat, 11 Juni
Ir. Muaz HD Meninggal, DPRD Bogor Berduka Besar, Kebijakan
Kota Bogor Raih WTP ke-10, Konsistensi Keuangan Daerah
Berita Terbaru
Bazar Buku Internasional di Palembang Tawarkan Promo Besar
Polres Karawang Gelar Binrohtal dan Doa Hari Bhayangkara
Indonesia Kalah 0‑1 di Semi AFF U‑19, Australia Ke Final
Arema FC Sempat Kehilangan Dalberto, Penyerang Brasil Berangkat
Australia 1-0 Indonesia: U-19 Kalah, Raih Final AFF 2026
Mbappe Target Rekor Piala Dunia 2026: Gol Lima dan Sejarah
Insta360 Lepas Luna Ultra 10 Juni 2026, Tantang DJI
Inna Sri Sugiati: Asinan Niekting UMKM Ramah Lingkungan
