Bukalapak Umumkan Sutarman & Natalia di Dewan dan CEO
Gambar atau konten salah?
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) berlangsung pada 11 Juni 2026. Pada acara tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan beberapa pengurus baru di dewan komisaris dan direksi.
Yang pertama adalah Sutarman, mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia diangkat sebagai Komisaris Independen sekaligus Komisaris Utama. Keputusan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan keamanan siber, karena Bukalapak menggunakan teknologi secara intensif.
Dalam keterangan tertulis yang dikutip pada 12 Juni 2026, Adi Wardhana Sariaatmadja, Komisaris Utama Perseroan, menulis: “Dengan pengalaman dan kontribusi beliau yang luas, khususnya dalam bidang kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber, kami berharap kehadiran beliau dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan memberikan perspektif strategis bagi Perseroan dalam menghadapi perkembangan industri digital yang terus berkembang serta mendukung pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan.”
Selanjutnya, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Natalia Firmansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama. Ia akan memimpin perusahaan sementara hingga proses pengangkatan Direktur Utama resmi selesai, sesuai regulasi dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi. Selain itu, Victor Putra Lesmana kembali diangkat sebagai Direktur Bukalapak, sementara Willix Halim telah menyelesaikan masa tugasnya.
Perusahaan juga mengumumkan bahwa Yenny Wahid, putri Presiden Abdurrahman Wahid, akan menjadi Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador. Ia diharapkan dapat menambah perspektif dan nilai tambah untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan Bukalapak.
Dengan susunan pengurus yang baru ini, Bukalapak menargetkan kemampuan untuk menavigasi dinamika industri digital yang bergerak cepat dan memperkuat posisi strategisnya di pasar e‑commerce.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
