KSPSI Tetap Independen, Andi Gani Awasi UU Ketenagakerjaan
Gambar atau konten salah?
Andi Gani Nena Wea, presiden KSPSI, menegaskan bahwa organisasi akan aktif mengawal penyusunan Undang‑Undang Ketenagakerjaan baru. Pernyataan ini disampaikan saat membuka musyawarah cabang KEP di Hotel Britz Karawang, Jawa Barat pada 10 Juni 2026.
Andi Gani menekankan bahwa KSPSI tetap berada di jalur perjuangan buruh dan menolak bergabung ke pemerintahan. Ia sudah memberi tahu Presiden Prabowo Subianto secara langsung.
“Saya sudah menjelaskan kepada Presiden Prabowo mengapa saya memilih tidak masuk pemerintahan. Sejak awal saya berkomitmen untuk mengambil jalan perjuangan dan akan terus memimpin buruh. Presiden dapat memahami pilihan saya tersebut,” kata Andi Gani dalam keterangannya, ditulis 12 Juni 2026.
Menurut Andi Gani, fokus utama KSPSI sekarang adalah memperkuat posisi pekerja Indonesia lewat agenda strategis, termasuk mengawal penyusunan UU Ketenagakerjaan baru.
“Saya meminta seluruh keluarga besar KSPSI mengawal lahirnya UU Ketenagakerjaan yang baru. Tim perumus DPP KSPSI saat ini sedang menyelesaikan berbagai usulan dan masukan yang berisi poin‑poin penting serta krusial untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan pekerja semakin kuat,” ujarnya.
Andi Gani juga meminta seluruh jajaran KSPSI di berbagai tingkatan untuk terlibat aktif dalam mengawal proses penyusunan regulasi tersebut agar dapat menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Gani menyoroti capaian gerakan buruh, seperti suksesnya pelaksanaan May Day 2026 yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto serta peresmian Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah di Nganjuk.
Ia menilai sinergi antara gerakan buruh dan pemerintah perlu terus diperkuat, namun tetap menjaga independensi.
“Kami akan terus membangun komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah, tetapi tetap menjaga independensi gerakan buruh. Tugas utama kami adalah memastikan suara pekerja didengar dan diperjuangkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andi Gani mengungkapkan bahwa pada awal Agustus 2026 Presiden Prabowo direncanakan akan meresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan KSPSI AGN yang dibangun secara mandiri melalui gotong royong anggota KSPSI.
“Ini menjadi bukti bahwa organisasi buruh mampu membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas SDM pekerja. Pusat pendidikan dan pelatihan ini akan menjadi tempat mencetak kader‑kader serikat pekerja yang tangguh dan profesional,” pungkasnya.
Andi Gani menegaskan komitmen KSPSI tetap independen, fokus pada perlindungan pekerja, dan mempersiapkan pusat pelatihan untuk memperkuat kapasitas buruh di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Danantara Indonesia: Tata Kelola Baru Hindari Risiko 1MDB
Kebakaran hutan melanda Kalimantan, korban 10 orang
Pedagang Bundaran HI Tanggap Demo BEM UI, Lalu Lintas Padat
IHSG Naik 2,68% ke 6.043,55, LQ45 Meningkat 3,21%
IHSG Capai 6.000, Optimisme Pasar Tumbuh, Kebijakan Moneter
Misbakhun: Perlindungan Kelas Menengah Kunci KEM‑PPKF 2027