Buku 800 Halaman Rismon Verifikasi Ijazah Jokowi via ML

Jaka M. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Buku 800 Halaman Rismon Verifikasi Ijazah Jokowi via ML

Gambar atau konten salah?

Rismon Hasiholan Sianipar menulis buku berjudul “Otentikasi Ijazah Joko Widodo. Buku ini memiliki setebal 800 halaman dan dibagi menjadi 10 bab. Salah satu bab membahas foto Jokowi yang terdapat di ijazah.

Cover buku menampilkan judul bab secara terperinci: Bab 1 Uji Emboss dan Watermark, Bab 2 Uji Ela (Error Level Analysis), Bab 3 Analisa Lapisan Visual, Bab 4 Uji Overlay, Bab 5 Analisa Glyph, Bab 6 Analisa Pola Derau (Noise Pattern Analysis), Bab 7 Uji Proportional Spacing dan Kerning, Bab 8 Overlapping Detection, Bab 9 Uji Lintasan Stempel, dan Bab 10 Pencocokan Citra Wajah.

Di Bab 10, Rismon menekankan bahwa inti bukunya bukan sekadar pengamatan mata telanjang. Ia menyatakan, “Yang objektif adalah pencocokan citra digital berbasis neural networks atau yang lebih mudah lagi berbasis machine learning,” kata Rismon di Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu, 17 Juni 2026.

Bab tersebut memuat teknik pencocokan wajah atau face matching menggunakan perangkat lunak. Rismon membandingkan foto Jokowi saat muda di ijazah dengan foto Jokowi saat ini, dengan rentang waktu 30 hingga 40 tahun. Ia menemukan nilai cosine similarity yang “sangat masuk akal secara ilmiah.” Rismon menegaskan, “Di bab 10 sudah ada pencocokan citra wajah, bagaimana analisa saya foto Pak Jokowi muda pada saat di ijazah tersebut dengan Pak Jokowi setelah jadi Presiden, 30 atau 40 tahun ke depan, pencocokannya bagaimana pakai apa namanya Acface. Jadi kita sudahi penilaian subjektif seperti berkacamata atau belah tengah, itu nggak ilmiah.”

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam kajiannya ia membandingkan foto masa muda dan masa tua sejumlah tokoh untuk mendapatkan standar kemiripan yang realistis. Rismon menyebut, “Saya bandingkan juga foto Pak Prabowo waktu muda dengan ketika jadi Presiden 40 tahun kemudian. Saya uji coba juga untuk foto tokoh seperti Pak SBY, Pak Luhut Binsar, Pak Anies Baswedan, hingga Bu Megawati.”

Hasil uji coba menunjukkan angka kecocokan wajah seseorang setelah puluhan tahun berada di kisaran 35 hingga 60 persen. Rismon menjelaskan, “Jadi kecocokannya atau cosine similarity-nya ya antara 35 sampai 60 persen. Itu yang paling realistis. Jadi ya kita sudahilah ini, tidak ada lagi apa namanya penilaian-penilaian subjektivitas bahwa.”

Ia menolak klaim kemiripan 92 persen yang pernah dilontarkan pihak lain. “Apa yang dikatakan Bu Tifa, Bayesian itu tidak cocok. 92 persen itu menyesatkan publik,” ucapnya.

Melalui buku 800 halamannya, Rismon ingin meluruskan bahwa perubahan wajah dari muda ke tua tidak bisa diukur secara sembarangan. Ia menekankan bahwa bukunya hadir sebagai pertanggungjawaban ilmiah agar hiruk‑pikuk di media sosial berakhir dan berganti menjadi kajian akademik di perpustakaan universitas. “Artinya orang bisa memilih tidak lagi berkacamata, orang juga bisa memilih tidak lagi berkumis. Tetapi itu bukan poin, itu subjektif. Yang objektif adalah pencocokan citra digital berbasis neural networks atau yang lebih mudah lagi berbasis machine learning,” pungkasnya.

Rismon sebelumnya datang ke kediaman Presiden ke-7, Joko Widodo, dan membawakan buku tersebut. Ia berkata kepada awak media di kediaman Jokowi, “Sebagai rasa berterima kasih saya pada kebesaran hati Pak Jokowi, bahwa saya selama ini big mistake. Dan saya memperbaikinya sesuai dengan kaidah‑kaidah ilmiah.”

Di kediaman tersebut, Rismon memperoleh tanda tangan Jokowi pada buku yang ia tulis. Ia menekankan pentingnya verifikasi ilmiah dalam memvalidasi dokumen penting, sekaligus menolak klaim yang tidak didukung data. Dengan pendekatan berbasis machine learning, ia berharap publik dapat memahami batasan dan keakuratan teknik pencocokan wajah, sehingga diskusi publik menjadi lebih terfokus pada fakta ilmiah daripada spekulasi.

Pencocokan Citra WajahNeural NetworksMachine LearningIjazah JokowiCosine SimilarityVerifikasi IlmiahAnalisa Foto Muda-Tua

Komentar

Memuat komentar...