Pesilat Maospati: Ternyata Kecelakaan, Bukan Pengeroyokan

Teguh A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pesilat Maospati: Ternyata Kecelakaan, Bukan Pengeroyokan

Gambar atau konten salah?

Empat pesilat muda dari Kecamatan Maospati, Magetan, sempat membuat geger ketika mereka melaporkan ke polisi bahwa mereka menjadi korban pengeroyokan menjelang malam 1 Suro. Namun, penyelidikan polisi mengungkap fakta berbeda. Luka yang mereka alami ternyata bukan akibat penganiayaan, melainkan akibat kecelakaan lalu lintas.

Keempat pesilat berusia di bawah 18 tahun sebelumnya mengaku mengalami luka bacok dan lecet setelah dikatakan diroboh. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan bahwa cerita tersebut tidak benar.

Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menjelaskan bahwa laporan itu tidak mencerminkan kenyataan. “Jadi berita yang beredar korban pengeroyokan itu tidak benar atau hoaks. Mereka kecelakaan Minggu dini hari,” ujar Erik pada 17 Juni 2026.

Menurutnya, keempat pesilat tersebut membuat laporan seolah-olah menjadi korban penganiayaan. Padahal, mereka mengalami kecelakaan di kawasan lampu merah Jalan Barat, Maospati. “Jadi mereka tertabrak pemotor lain dari belakang. Mungkin takut dimarahi orang tua akhirnya laporan di Polsek seolah jadi korban penganiayaan,” jelas Erik.

Erik menambahkan bahwa keempat pesilat merupakan warga Kelurahan Maospati dan mengalami kecelakaan setelah mengikuti latihan rutin pencak silat. Pihak kepolisian telah memanggil orang tua masing-masing pesilat untuk memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut. Keempat pesilat juga telah menyampaikan permintaan maaf. “Semua sudah minta maaf kita hadirkan semua orang tua,” papar Erik.

Kapolres Magetan mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar sebelum mengetahui kebenarannya. Ia juga mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif menjelang Bulan Muharram atau Suro.

Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Bulan Muharram 1448 Hijriah atau Suro Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Forkopimda, IPSI, dan seluruh perguruan pencak silat se‑Kabupaten Magetan telah menandatangani Maklumat Bersama Aman Suro dan Suran Agung Tahun 2026. Penandatanganan maklumat tersebut dilaksanakan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Aman Suro dan Tim Kewaspadaan Dini Daerah Menjelang Bulan Muharram 1448 H/Suran Agung Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Surya Graha Magetan, Kamis 11 Juni 2026,” ungkap Erik.

Menurutnya, rapat koordinasi menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pihak dalam menjaga situasi kondusif wilayah selama rangkaian kegiatan Bulan Muharram. Rapat tersebut digelar sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas wilayah selama rangkaian kegiatan Bulan Muharram, yang identik dengan berbagai agenda budaya, keagamaan, ziarah, pengesahan warga baru perguruan silat, Suran Agung, hingga kegiatan adat dan kearifan lokal yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Magetan,

Kesimpulannya, penyelidikan polisi menegaskan bahwa keempat pesilat mengalami kecelakaan, bukan penganiayaan. Masyarakat diingatkan untuk memverifikasi fakta sebelum menyebarkan berita, sementara pemerintah daerah menyiapkan langkah keamanan tambahan menjelang Bulan Muharram.

pesilat mudaMagetanpengeroyokan hoakskecelakaan lalu lintasBulan Muharramkeamananlaporan polisi

Komentar

Memuat komentar...