Bupati Sumedang Imbau Truk Sumbu Tiga Hindari Jatinangor

Wulan M. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bupati Sumedang Imbau Truk Sumbu Tiga Hindari Jatinangor

Gambar atau konten salah?

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengimbau semua truk sumbu tiga untuk tidak melewati kawasan pendidikan Jatinangor. Langkah ini diambil agar lalu lintas tetap aman dan nyaman, mengingat daerah tersebut dipenuhi aktivitas mahasiswa dan dosen.

“Berdasarkan aspirasi masyarakat, mahasiswa, dan para dosen, kami mengimbau kendaraan besar, khususnya truk sumbu tiga, untuk tidak melewati kawasan pendidikan Jatinangor. Hal ini demi menjaga keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kelancaran lalu lintas di kawasan yang aktivitas pendidikannya sangat padat,” ujar Dony pada hari Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut Dony, kepadatan kendaraan besar seringkali mengganggu lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang memutuskan untuk memanfaatkan akses Jalan Tol Cisumdawu yang sudah tersedia.

Untuk kendaraan yang datang dari Bandung menuju Sumedang atau Cirebon, disarankan masuk melalui Gerbang Tol Cileunyi dan melanjutkan perjalanan di Tol Cisumdawu tanpa melewati Jatinangor. Sementara kendaraan dari Sumedang menuju Bandung dapat masuk lewat Gerbang Tol Pamulihan menuju Cileunyi.

“Kami berharap para pengusaha dan pengemudi kendaraan besar dapat memanfaatkan tol. Dengan masuk dari Cileunyi atau Pamulihan, biaya tol yang dikeluarkan tidak terlalu memberatkan, namun manfaatnya sangat besar untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan masyarakat di Jatinangor,” tambah Dony.

Penggunaan tol juga diharapkan dapat menghindari titik rawan kemacetan di kawasan Cadas Pangeran. Dony menegaskan bahwa kendaraan besar yang beralih ke tol akan menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman, nyaman, dan lancar, baik di Jatinangor maupun jalur menuju Sumedang.

Selain imbauan, Pemkab Sumedang juga sedang menyiapkan langkah cepat untuk penataan lalu lintas di Kecamatan Jatinangor. Pada hari yang sama, Dony bertemu langsung dengan Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Rudi Irawan, di kantor kementerian di Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi wujud konkret pemerintah kabupaten dalam mempercepat penanganan masalah lalu lintas di kawasan pendidikan. Dony menjelaskan bahwa Jatinangor adalah kawasan pendidikan strategis yang menampung sejumlah perguruan tinggi besar, seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Jatinangor, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan Ikopin University. Ribuan mahasiswa beraktivitas di sepanjang jalan nasional setiap hari.

“Kondisi ini membutuhkan perhatian serius. Keselamatan masyarakat, khususnya para mahasiswa, harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin ada lagi korban kecelakaan akibat kurang optimalnya fasilitas keselamatan di kawasan pendidikan,” kata Dony.

Untuk itu, Dony mengajukan beberapa kebutuhan infrastruktur kepada Kementerian Perhubungan. Di antaranya pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan kampus, penambahan dan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU), serta rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kecelakaan.

Selain pembangunan fisik, Pemkab Sumedang juga mendorong pemanfaatan teknologi transportasi cerdas. Rencana ini melibatkan integrasi Area Traffic Control System (ATCS) milik pemerintah daerah dengan sistem pemantauan lalu lintas Kementerian Perhubungan. Pengembangan fasilitas Smart Pole yang dilengkapi CCTV, sistem informasi publik, pemantauan kualitas udara, dan fasilitas pendukung lainnya juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan pendidikan yang lebih aman dan modern.

Dony menegaskan bahwa keberadaan kendaraan berat di tengah kawasan pendidikan sering menjadi keluhan mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Kendaraan tersebut dianggap meningkatkan risiko kecelakaan serta mengganggu kenyamanan dan kelancaran lalu lintas.

“Kita harus mencari solusi terbaik agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. Jangan sampai kita menunggu adanya korban berikutnya baru mengambil tindakan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menyambut baik berbagai usulan dari Pemerintah Kabupaten Sumedang. Ia menyatakan kementerian mendukung upaya peningkatan keselamatan di Jatinangor melalui skema dan mekanisme yang memungkinkan, termasuk kajian manajemen dan rekayasa lalu lintas.

“Pembatasan kendaraan sumbu tiga dapat diusulkan melalui kajian teknis manajemen dan rekayasa lalu lintas yang nantinya akan dibahas bersama instansi terkait, termasuk kepolisian dan penyelenggara jalan,” pungkas Rudi Irawan.

Dengan langkah-langkah ini, Sumedang berharap kawasan pendidikan Jatinangor dapat menjadi contoh penataan lalu lintas yang terkoordinasi antara pemerintah kabupaten, kementerian, dan pengusaha angkutan. Penerapan tol, peningkatan infrastruktur, serta penggunaan teknologi smart traffic diharapkan dapat menurunkan tingkat kecelakaan, mengurangi kemacetan, dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi semua pihak.

Bupati Sumedangtruk sumbu tigaJatinangortol Cisumdawukeselamatan lalu lintassmart trafficpenataan lalu lintas

Komentar

Memuat komentar...