BULOG Bentuk Satgas Khusus Awasi Beras SPHP
Gambar atau konten salah?
Perum BULOG baru saja membentuk tim khusus yang disebut Satuan Tugas (Satgas) Khusus. Tugas utama tim ini adalah mengawasi secara ketat bagaimana beras milik pemerintah disalurkan dan dijual. Fokus utamanya adalah beras SPHP, singkatan dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan. Pembentukan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, ada temuan oknum yang nakal. Mereka mengemas ulang beras SPHP ke dalam karung 50 kilogram, lalu menjualnya untuk keuntungan pribadi. Praktik curang ini jelas merugikan masyarakat yang seharusnya menikmati beras murah.
Satgas Khusus ini dibentuk atas perintah Menteri Pertanian. Tim ini mulai bekerja pada Jumat, 30 Oktober 2026. Pengawasan dilakukan serentak di seluruh pelosok Indonesia. Semua pimpinan wilayah dan cabang BULOG dilibatkan. Mereka turun langsung ke lapangan. Target utamanya adalah jaringan Rumah Pangan Kita, atau RPK. Mereka memeriksa satu per satu untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, ikut turun tangan. Ia didampingi Direktur Pemasaran Perum BULOG, Rahmanto Amin Jatmiko, dan jajaran Satuan Pengawasan Intern (SPI). Mereka mengecek langsung beberapa RPK di Jakarta. Dua di antaranya adalah RPK Dapur Budhe dan RPK Master Jaya. Ahmad Rizal menegaskan, pengawasan ini punya tujuan jelas. Yakni memastikan semua mitra RPK menjual produk BULOG sesuai prosedur operasional standar (SOP). Langkah ini juga untuk mencegah penyalahgunaan produk pangan pemerintah. Baik untuk kepentingan pribadi maupun kegiatan komersial yang melenceng dari peruntukannya.
"Mulai hari ini dan seterusnya, kami menggerakkan seluruh jajaran BULOG di seluruh Indonesia untuk melaksanakan pemeriksaan dan pengecekan ke jaringan RPK. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi mitra yang menyalahgunakan beras pemerintah, baik beras SPHP maupun beras Bantuan Pangan, untuk kepentingan pribadi ataupun kegiatan komersial yang tidak sesuai ketentuan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh produk pemerintah benar-benar disalurkan dan dijual sesuai peruntukannya," ujar Ahmad Rizal dalam keterangannya, Jumat (30 Oktober 2026).
Dalam kunjungan itu, BULOG tidak hanya mengecek fisik beras. Mereka juga memeriksa seluruh proses bisnis RPK. Mulai dari cara pemesanan produk lewat aplikasi Klik SPHP atau kanal lainnya, hingga proses penjualan ke masyarakat. Pengawasan ini mencakup semua produk BULOG. Bukan cuma beras SPHP, tapi juga Minyakita, gula, dan komoditas pangan lainnya. Semua diperiksa.
Hasil pengecekan acak di sejumlah RPK Jakarta cukup melegakan. Ahmad Rizal menyampaikan, tidak ditemukan indikasi penyimpangan. Semua mitra yang dikunjungi sudah menjalankan prosedur sesuai ketentuan. Namun, BULOG tidak mau lengah. Mereka juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi. Jika menemukan indikasi penyalahgunaan beras SPHP, beras Bantuan Pangan, atau produk pangan pemerintah lainnya, masyarakat bisa melapor. Salurannya melalui kanal pengaduan resmi BULOG, yaitu Bella, kependekan dari Bulog Electronic Customer Care.
Selain lewat kanal pusat, masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan pengaduan di kantor cabang dan kantor wilayah BULOG di daerah masing-masing. "Kami mengucapkan terima kasih atas setiap masukan dan informasi dari masyarakat. Apabila masih ditemukan oknum yang memanfaatkan beras SPHP ataupun beras pemerintah lainnya untuk kepentingan pribadi atau komersial yang tidak sesuai ketentuan, silakan laporkan melalui call center Bella maupun kanal pengaduan BULOG di tingkat cabang dan wilayah. Setiap laporan akan kami terima dan segera tindak lanjuti agar tidak terjadi lagi penyelewengan terhadap beras subsidi pemerintah," tambah Ahmad Rizal.
Pembentukan Satgas Khusus dan pengawasan di seluruh Indonesia ini adalah upaya BULOG memperkuat tata kelola distribusi pangan pemerintah. Tujuannya agar penyaluran tepat sasaran. Langkah ini sekaligus menjaga program stabilisasi pangan berjalan sesuai tujuan dan aturan yang berlaku. Dengan pengawasan ketat dan partisipasi masyarakat, diharapkan beras murah benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SIG Pertimbangkan Buyback Saham di Tengah Gejolak Pasar
IHSG Melemah Meski Investor Asing Beli Bersih Rp253 M
Lagarde Mundur dari ECB, Efektif Februari 2027
IHSG Tembus 5.000, Investor Masih Defensif
IHSG Jatuh ke 5.057, 523 Saham Melemah
Pendapatan PANI Naik 19%, Laba Melonjak 145% di Kuartal III 2026
