Pendapatan PANI Naik 19%, Laba Melonjak 145% di Kuartal III 2026
Gambar atau konten salah?
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, yang dikenal dengan kode saham PANI, adalah perusahaan pengembang properti besar. Kantor pusat mereka ada di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, atau PIK2. Ini bukan proyek kecil. PIK2 adalah kota mandiri modern yang membentang dari pesisir utara Jakarta hingga masuk ke wilayah Banten.
Lokasinya strategis. Akses ke Bandara Soekarno-Hatta sangat lancar berkat Tol KATARAJA. PANI terus membangun kawasan hunian dan komersial yang mengikuti kebutuhan pasar. Kawasan ini tumbuh cepat. Portofolio proyek mereka kuat. Itu sebabnya banyak investor, baik perorangan maupun perusahaan besar dari dalam dan luar negeri, melihat PANI sebagai pilihan investasi jangka panjang.
Kinerja keuangan PANI selama sembilan bulan pertama tahun 2026 terbilang solid. Pendapatan usaha mereka mencapai Rp 3,7 triliun. Angka ini naik 19% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk melonjak drastis. Dari Rp 1,9 triliun, naik 145% dibanding tahun lalu.
Apa yang mendorong kenaikan ini? Penjualan lahan komersial di kawasan pusat bisnis PIK2 menjadi tulang punggung. Segmen ini menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan perusahaan. Bukan main. Sisanya, segmen residensial memberi kontribusi 21%. Unit-unit yang diserahterimakan antara lain Manhattan Residence, Rumah Milenial, Permata Hijau Residence, Bukit Nirmala, Pantai Bukit Villa, Pasir Putih Residence, Sapporo Residence, Pasadena Spring, dan Ilona @Pasadena Hills.
Segmen komersial juga tumbuh. Pendapatannya naik 8% dibanding tahun lalu. Kontribusinya terhadap total pendapatan mencapai 16%. Produk komersial yang diserahterimakan meliputi SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, Rukan Pasadena Walk, Rukan Little Siam, dan Rukan Marina Bay. Semua proyek ini berada di kawasan PIK2, Kabupaten Tangerang, Banten.
Total aset PANI terus bertambah. Pada kuartal ketiga tahun ini, aset mereka mencapai Rp 51,1 triliun. Bandingkan dengan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp 50,6 triliun. Aset sebesar itu menjadi modal utama untuk membiayai operasional dan melanjutkan mega proyek kota terpadu di PIK2.
Yang menarik, di periode yang sama, total utang atau liabilitas PANI berhasil ditekan. Jumlahnya turun menjadi Rp 16,9 triliun. Ini lebih rendah sekitar 10,4% dibanding posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 18,9 triliun. Penurunan ini terjadi karena serah terima produk properti kepada konsumen berjalan lancar. Uang masuk. Utang berkurang.
Ekuitas PANI juga tumbuh kuat. Kenaikannya 8%. Ini ditopang oleh akumulasi laba bersih yang berjalan dan realisasi dana segar dari Penawaran Umum Terbatas atau PMTHMETD IV yang dieksekusi akhir Juni 2026. Lewat aksi ini, PANI menyerap dana sekitar Rp 498 miliar. Struktur modal jadi lebih tangguh. Rasio utang terhadap modal atau Debt-to-Equity Ratio (DER) PANI kini hanya 0,01x. Sebelumnya, di periode lalu, rasionya 0,02x. Ini menunjukkan perusahaan semakin sehat.
Saat ini, PANI mengelola total cadangan lahan seluas 1.828 hektar melalui 12 entitas anak. Total nilai persediaan lahan ini mencapai Rp 38,3 triliun. Dengan modal ini, PANI berupaya menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan terus memberikan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, angkat bicara. Ia mengatakan kondisi keuangan perusahaan pada kuartal III 2026 masih solid. Perusahaan terus menjalankan kegiatan usaha dengan menyesuaikan perkembangan pasar dan kondisi ekonomi. "Fokus kami tetap pada pengembangan PIK2 sebagai kawasan terpadu yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan," jelas Sugianto dalam keterangan tertulis pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurut Sugianto, pengembangan kawasan PIK2 juga didukung peningkatan konektivitas melalui Tol KATARAJA yang sudah beroperasi secara parsial sejak tahun lalu. Selain itu, kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) diharapkan bisa mendorong aktivitas pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran atau yang dikenal dengan istilah MICE.
"Sebagai pengembang kawasan PIK2, kami optimis akan potensi pertumbuhan aktivitas di kawasan PIK2, dan kami lanjutkan pembangunan Hilton Hotel PIK2, hotel bintang lima setinggi 20 lantai dan 271 kamar yang diperkirakan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2027," pungkas Sugianto.
Secara keseluruhan, PANI menunjukkan fundamental bisnis yang kuat. Pendapatan naik, utang turun, dan aset bertambah. Ekspansi terus berlanjut dengan proyek-proyek baru seperti hotel bintang lima. Optimisme perusahaan tampak didasarkan pada data kinerja yang solid, bukan sekadar harapan belaka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
