SIG Pertimbangkan Buyback Saham di Tengah Gejolak Pasar
Gambar atau konten salah?
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sedang mempertimbangkan untuk membeli kembali sahamnya sendiri, atau yang dikenal dengan istilah buyback. Rencana ini muncul di tengah gejolak pasar saham di dalam negeri. Perusahaan tidak terburu-buru. Semua masih dalam tahap kajian.
Manajemen SIG, menurut pernyataan Direktur Utama Indrieffouny Indra, terus memantau pergerakan pasar saham secara keseluruhan. Mereka mengaku siap mengambil langkah strategis. Salah satu opsinya ya buyback itu. Tapi keputusan final belum diambil. Semua tergantung pada kondisi keuangan perusahaan dan aturan dari Otoritas Jasa Keuangan, tepatnya POJK Nomor 13 Tahun 2023.
Indrieffouny menekankan bahwa kajian ini dilakukan dengan hati-hati. Tujuannya jelas: mendukung kinerja perusahaan dan melindungi kepentingan pemegang saham. Di tengah pasar yang tidak menentu, SIG ingin menunjukkan bahwa fundamental perusahaan sebenarnya kuat. Mereka yakin bisa meningkatkan kinerja dan tumbuh dalam jangka panjang.
"Di saat yang bersamaan, hal ini menjadi indikasi bagi investor bahwa harga saham saat ini tidak serta merta mencerminkan fundamental SIG yang sesungguhnya," kata Indrieffouny dalam keterangan resmi pada Jumat, 30 November 2026.
Dia menambahkan, SIG terus berusaha menjaga momentum pertumbuhan. Caranya dengan memaksimalkan setiap peluang dan sumber daya yang ada. Semua ini dilakukan agar daya saing dan ketahanan bisnis meningkat dalam jangka panjang.
Perusahaan punya berbagai solusi bahan bangunan inovatif. Produk-produknya dirancang untuk memenuhi kebutuhan konstruksi yang beragam. Operasional SIG juga didukung jaringan produksi dan distribusi yang luas. Bahkan sampai ke daerah terpencil. Semua keunggulan ini, menurut Indrieffouny, menjadi fondasi yang kuat bagi SIG untuk terus berkembang.
Secara sederhana, rencana buyback ini adalah sinyal ke pasar. SIG ingin bilang bahwa harga saham mereka saat ini mungkin terlalu rendah dibanding nilai sebenarnya. Langkah ini juga biasa dilakukan perusahaan untuk menstabilkan harga saham dan menunjukkan kepercayaan diri manajemen terhadap prospek bisnis ke depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
