Bulog Hentikan Pasokan Beras Fortifikasi untuk Program MBG

Dian P. · 2 min baca · 55 menit lalu · 16 dibaca
Bisik.id
Bulog Hentikan Pasokan Beras Fortifikasi untuk Program MBG

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Perum Bulog menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lagi memasok beras fortifikasi untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini diambil demi kelancaran distribusi di lapangan, supaya tidak ada kerumitan yang tidak perlu. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa sebagai gantinya, pasokan beras untuk program MBG akan memakai beras premium yang kini dipasarkan dengan merek BerasKita Premium. "Kalau beras MBG sesuai arahan Pak Mentan maupun Pak Menko supaya tidak terlalu memusingkan, jadi tetap menggunakan beras premium nanti judulnya, packaging-nya seperti ini. Jadi 'BerasKita Premium' judulnya. Tidak ada lagi yang fortifikasi-fortifikasi tidak ada," ujar Rizal di kantor Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, pada Selasa 29 September 2026. Rizal menambahkan bahwa stok beras premium ini bisa langsung dipakai untuk keperluan dapur program MBG, sekaligus juga untuk menjaga ketersediaan di pasar komersial. "Ya, ya nanti beras premium itu bisa untuk dipakai untuk MBG juga," ujanya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa beras premium yang dikelola Bulog ini merupakan produk komersial tanpa subsidi. Gabahnya dibeli langsung dari hasil panen petani lokal. "Jadi kalau teman-teman, yang namanya beras premium itu tidak ada subsidi ya. Jadi beras premium itu yang dibuat Bulog adalah beras komersialnya Bulog. Jadi Bulog belinya bukan pakai beras PSO, bukan beras yang subsidi. Tapi beras kita beli gabah, gabah hasil komersial," paparnya. Soal kualitas, Ahmad menegaskan bahwa BerasKita Premium memiliki standar yang sama dengan beras premium lain. Kadar pecahan (broken) maksimal 15 persen, dan melalui proses penyosohan (glowing) hingga tiga kali pemolesan. Dengan dihapuskannya skema beras fortifikasi khusus ini, Bulog bisa lebih fokus mempercepat distribusi beras premium dengan kemasan baru "Beras KITA Premium". Langkah ini diambil untuk menopang kebutuhan pangan nasional sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat lewat Program MBG. Kebijakan ini sekaligus menyederhanakan rantai pasok. Sebelumnya, ada dua jenis beras yang harus dikelola—fortifikasi untuk MBG dan premium untuk pasar. Kini, satu merek saja yang dipakai untuk dua keperluan. Ini memangkas potensi kebingungan di tingkat gudang dan dapur program.
Beras PremiumProgram MBGBulogFortifikasiDistribusi BerasMakan Bergizi GratisBerasKita Premium

Komentar

Memuat komentar...