Bulog Siap Pasok Beras Tanpa Batas Kuota untuk Kopdes Merah Putih

Jaka M. · 2 min baca · 59 menit lalu · 20 dibaca
Bisik.id
Bulog Siap Pasok Beras Tanpa Batas Kuota untuk Kopdes Merah Putih

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Perum Bulog menyatakan kesiapannya memasok beras medium merek BerasKita untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tanpa pembatasan jumlah pemesanan. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program strategis pemerintah yang akrab disebut Kopdes tersebut. Tujuannya jelas: memastikan bahan pangan pokok tetap tersedia dan terjangkau oleh masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen tersebut saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 29 September 2026. "Kami siapkan sebanyak yang diminta. Jadi kami tidak batasi," ujarnya tegas. Ia menambahkan, kebijakan tanpa kuota ini sejalan dengan instruksi langsung dari Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, sebagai wujud dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Rizal menjelaskan perbedaan perlakuan antara pengecer dan KDKMP. "Karena ini program strategisnya Bapak Presiden, perintahnya tadi dari Bapak Kepala BUMN, Pak Dony Oskaria, harus mendukung semaksimal mungkin. Jadi tidak ada batasan kuota. Kalau mungkin mohon maaf yang untuk teman-teman pengecer kan sesuai dengan aturannya Bapanas, maksimal sekali pesan 2 ton, maksimal. Nah kalau KDKMP nanti yang pesan Agrinas Pangan, seberapa yang dipesan oleh Agrinas Pangan, itu yang akan kami kirim, dan pemesanannya menggunakan aplikasi SPHP," paparnya.

Sebagai langkah awal, pemerintah menargetkan minimal 100 titik KDKMP yang akan menerima pasokan beras Bulog. Titik-titik ini akan dijadikan proyek percontohan atau pilot project sebelum pertengahan Oktober. "Alhamdulillah tadi sudah diputuskan oleh Pak Menko, dipimpin oleh Pak Menko, dalam waktu dekat ini, sebelum tanggal 20 Oktober, harus minimal ada 100 KDKMP yang bisa dijadikan pilot project untuk dimasukkan dulu, yang lengkap. Nah ini harapannya seperti itu," terang Rizal.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan Kemenko Pangan akan segera dilakukan untuk menentukan titik-titik lokasi. "Nah kami sekarang akan segera berkoordinasi dengan Kemenko Pangan. Mungkin nanti titik-titiknya di mana saja kita akan dorong semaksimal mungkin, dan bahkan kalau menurut kami kalau bisa lebih dari 100, lebih banyak lebih bagus. Mungkin demikian," ungkapnya.

Soal spesifikasi produk, Bulog memastikan beras yang disalurkan ke jaringan Kopdes Merah Putih adalah beras kualitas medium. Jenis beras ini termasuk dalam kategori barang subsidi pemerintah. "Kalau KDKMP, medium. Karena semua adalah barang subsidi pemerintah," tutup Rizal.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi pengelola koperasi di desa dan kelurahan. Pasokan beras yang tidak dibatasi kuota memungkinkan koperasi untuk memenuhi kebutuhan warganya secara lebih leluasa. Apalagi dengan sistem pemesanan melalui aplikasi SPHP, prosesnya diharapkan lebih transparan dan terukur. Ke depan, keberhasilan pilot project di 100 titik ini akan menjadi penentu apakah program serupa layak diperluas ke lebih banyak lokasi di seluruh Indonesia.

beras mediumBulogKoperasi Desa Merah PutihKDKMPsubsidi pemerintah

Komentar

Memuat komentar...