BUMN Luncurkan Buyback Saham: Bank Mandiri, BNI, Telkom

Dani L. · 3 min baca · 2 jam lalu · 19 dibaca
Bisik.id
BUMN Luncurkan Buyback Saham: Bank Mandiri, BNI, Telkom

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Pada 9 Juni 2026, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengadakan pertemuan tertutup di gedung DPR RI Nusantara III Jakarta. Ia bertemu dengan Ketua Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dan para petinggi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Fokus diskusi adalah volatilitas pasar modal dan aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham BUMN.

Dasco menegaskan bahwa saham-saham bank pelat merah secara fundamental menunjukkan kinerja yang baik. Ia menambahkan, “Sebenarnya bagus‑bagus, tapi kemudian dengan situasi pasar yang dipengaruhi global kemudian berdampak,” menjelaskan setelah rapat tertutup. Menurutnya, penurunan nilai saham Himbara sejalan dengan gejolak di pasar global.

Sejak pertemuan tersebut, diketahui bahwa beberapa emiten BUMN telah mengumumkan aksi buyback. Data yang dikumpulkan dari laman Keterbukaan Informasi menunjukkan paling tidak tiga emiten BUMN yang telah mengumumkan program ini. Dua di antaranya adalah bank-bank Himbara, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Selain itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk juga mengumumkan buyback.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengumumkan aksi buyback pada pertengahan bulan Maret 2026. Perusahaan menggelontorkan dana sebesar Rp 1,17 triliun untuk program ini. Periode buyback diperkirakan berlangsung dari 30 April 2026 hingga 29 April 2027, maksimal 12 bulan. Manajemen Bank Mandiri menyatakan, “Program Buyback ini bertujuan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki Perseroan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.”

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk juga melakukan buyback. Keputusan ini diambil berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 9 Maret 2026. Nilai transaksi maksimal buyback mencapai Rp 905,48 miliar, termasuk biaya transaksi. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan, “Keputusan buyback ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang Perseroan sekaligus memberikan ruang fleksibilitas dalam penguatan permodalan.”

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan buyback sebesar Rp 4 triliun pada 8 Juni 2026. RUPST hari itu menyetujui program ini, yang akan dilaksanakan selama 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan, “Keputusan RUPST mencerminkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah. Selain itu, perseroan juga berkomitmen untuk menjaga kinerja ke depan.” Ia menambahkan, “Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global.”

Keputusan buyback di tiga BUMN ini menunjukkan pola serupa: menegaskan keyakinan manajemen terhadap nilai jangka panjang, memperkuat hubungan antara pasar dan fundamental, serta menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. Program ini juga dilihat sebagai upaya menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar global.

Secara keseluruhan, aksi buyback oleh Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Telkom Indonesia mencerminkan strategi BUMN untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan nilai pemegang saham. Meskipun pasar global tetap bergejolak, langkah-langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga saham dan menambah kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan tersebut.

Buyback saham BUMNVolatilitas pasarBank MandiriBank Negara IndonesiaTelkom IndonesiaPasar modalKepemilikan perusahaan negara

Komentar

Memuat komentar...