Cafezinho Brasil: Tradisi Kopi Kecil yang Sering Gratis

Ika P. · 1 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Cafezinho Brasil: Tradisi Kopi Kecil yang Sering Gratis

Gambar atau konten salah?

Rio de Janeiro bukan hanya tempat lahirnya Ronaldinho, tetapi juga rumah bagi tradisi ngopi yang dikenal sebagai cafezinho. Istilah ini berarti “kopi kecil” dan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari‑hari warga Brasil.

Di Brasil, kopi diminum secara teratur sepanjang hari. Kecilnya cangkir, seringnya minum, membuat kata cafezinho menjadi ungkapan yang sangat populer. Para wisatawan yang datang ke negara ini sering menemukan dispenser kopi dan tumpukan cangkir di tempat umum, seperti pom bensin dan restoran. Di sana, pengunjung dapat mengambil kopi secara gratis.

Cafezinho disajikan dalam gelas atau cangkir kecil (demitasse). Minuman ini memiliki rasa kuat, manis, dan biasanya disajikan panas. Cara pembuatannya melibatkan menambahkan gula atau rapadura, gula mentah khas Brasil, ke kopi hitam. Walaupun biasanya disajikan hitam, banyak penikmat kopi menambahkan susu atau krim untuk mengurangi rasa tajam dan menambah tekstur.

Secara visual, cafezinho mirip dengan espresso karena keduanya disajikan dalam porsi kecil. Namun, proses pembuatannya berbeda. Cafezinho dibuat dengan merebus air bersama bubuk kopi halus dan gula, menghasilkan cita rasa lokal yang khas. Sedangkan espresso, yang terkenal di dunia, disiapkan dengan memaksa air panas melalui biji kopi yang digiling sangat halus, menghasilkan kopi pekat tanpa tambahan gula.

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.

Keseluruhan, cafezinho menonjol sebagai simbol kebiasaan ngopi Brasil yang sederhana namun penuh makna. Meskipun mirip espresso dalam ukuran, perbedaan dalam proses pembuatan dan bahan tambahan menandai keunikan minuman ini di antara budaya kopi global.

cafezinhokopi kecilBrasilespressorapaduraBalai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara

Komentar

Memuat komentar...