Cabai Tembus Rp90 Ribu, Pedagang Sebut MBG Biang Kerok

Hari W. · 3 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Cabai Tembus Rp90 Ribu, Pedagang Sebut MBG Biang Kerok

Gambar atau konten salah?

Harga bahan pokok di beberapa pasar Jakarta masih menunjukkan tren yang beragam. Namun, satu hal yang cukup menonjol adalah harga cabai yang tetap bertahan di level tinggi. Di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu, 04 November 2026, pantauan langsung di lapangan menunjukkan harga cabai rawit merah mencapai Rp 85.000 per kilogram. Cabai keriting merah juga dibanderol dengan harga yang sama, Rp 85.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau sedikit lebih murah, yakni Rp 60.000 per kilogram, dan cabai merah besar dijual seharga Rp 75.000 per kilogram.

Seorang pedagang sayur dan cabai bernama Gugun mengungkapkan bahwa kenaikan harga baru saja terjadi hari itu. Sehari sebelumnya, ia masih menjual cabai rawit dengan harga Rp 80.000 per kilogram. "Hari ini naik. Hari ini naik, iya. Kemarin jual masih Rp 80.000, sekarang sudah naik," katanya. Menurut Gugun, pasokan cabai sebenarnya masih cukup aman. Namun, ia menduga program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab ketidakstabilan harga. Ia membandingkan situasi ini dengan kenaikan harga yang biasa terjadi saat hari-hari besar keagamaan, yang menurutnya masih wajar. "Nggak pasti (naik harganya), kalau akhir akhir tahun. Ini nggak. Kemarin waktu MBG libur, pas MBG libur, turun semua," jelasnya.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai. Sayuran seperti kembang kol dan brokoli juga ikut melonjak, bahkan hingga dua kali lipat. Dugaan yang sama kembali muncul: program MBG menjadi biang keroknya. Gugun menyebutkan harga brokoli kini mencapai Rp 50.000, kembang kol Rp 30.000, buncis Rp 20.000, dan timun Rp 20.000. Ia mengeluhkan margin keuntungan yang tipis. "Kalau modal segitu mau dijual berapa, Mba, ya kan? Kalau dulu-dulu mah masih ini. Ini mahal sedikit aja gak balik modal. Kayak capcay ini, kembang kol, brokoli Rp50.000. Kembang kol Rp30.000, biasanya sih Rp15.000. Dua kali lipat," bebernya. Ia menambahkan, "Pokoknya MBG. Tahu sendiri belinya partai-partai besar. Jadi orang kayak gini sisaan. Barangnya kurang, stoknya terbatas, harganya mahal."

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sopyan, seorang pedagang di Pasar Senen Jaya. Ia merasakan dampak yang sama pada komoditas cabai. Menurut Sopyan, program MBG menyerap rantai pasok dalam jumlah besar, sehingga barang menjadi langka dan harga di pasar naik. Ia menjual cabai rawit merah Rp 90.000 per kilogram dan cabai merah keriting Rp 80.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih masih stabil di angka Rp 40.000 per kilogram dan Rp 45.000 per kilogram. "Naik lagi. Biasa lah, MBG mulai berjalan lagi. Jadi dari pasokannya berkurang, terus barang langka, jadi mahal," jelasnya. Selain MBG, faktor lain yang disebutkan adalah musim kemarau yang masih berlangsung. Kenaikan harga cabai, menurutnya, sudah terjadi selama seminggu terakhir. Sebelumnya, ia menjual cabai di harga Rp 75.000 per kilogram.

Harga daging ayam pun ikut terdampak. Dalam lima bulan terakhir, harganya terus naik. Seorang pedagang di Pasar Senen menjual daging ayam di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 45.000 per kilogram. Khusus untuk bagian dada, harganya lebih tinggi, yaitu Rp 55.000 per kilogram. "Naik ada lima bulan (karena) MBG. Beneran. Jadi stoknya itu berkurang," imbuhnya.

Berikut adalah daftar harga pangan yang tercatat di pasar:

  • Beras premium: Rp 14.000 per kilogram
  • Beras medium: Rp 13.000 per kilogram
  • Minyak goreng curah: Rp 21.000 per kilogram
  • Minyak goreng kemasan: Rp 20.000 per liter
  • Telur ayam: Rp 23.000 per kilogram
  • Cabai merah besar: Rp 75.000 per kilogram
  • Cabai merah keriting: Rp 85.000 per kilogram
  • Cabai rawit hijau: Rp 60.000 per kilogram
  • Cabai rawit merah: Rp 85.000 - Rp 90.000 per kilogram
  • Daging ayam: Rp 38.000 per kilogram
  • Bawang merah: Rp 40.000 per kilogram
  • Bawang putih: Rp 45.000 per kilogram
  • Gula pasir: Rp 20.000 per kilogram

Kenaikan harga ini terjadi di tengah program MBG yang kembali berjalan. Para pedagang di pasar tradisional merasakan langsung dampaknya, terutama pada komoditas cabai dan sayuran. Pasokan yang terserap oleh program tersebut membuat barang menjadi langka dan harga melonjak. Faktor musim kemarau juga turut memperparah situasi. Harga daging ayam pun tak luput dari kenaikan yang sudah berlangsung selama lima bulan terakhir.

harga cabaiMBGpasar jakartakenaikan hargapasokan berkurangmusim kemaraupedagang

Komentar

Memuat komentar...