Calbee Ganti Warna Kemasan Camilan Hitam Putih, Terkait Iran
Gambar atau konten salah?
Beberapa kemasan camilan Jepang yang dulunya berwarna cerah kini menjadi hitam putih. Warna merah dan kuning yang dulu mendominasi tidak lagi terlihat.
Perubahan ini tidak terjadi begitu saja. Pada 13 Mei 2023, dikatakan bahwa pasokan tinta berwarna terganggu akibat konflik di Iran. Perang tersebut menutup Selat Hormuz, sehingga harga minyak naik dan memengaruhi bahan baku seperti nafta, yang digunakan dalam plastik dan tinta.
Calbee Inc., produsen keripik kentang dan sereal yang berbasis di Tokyo, mengonfirmasi bahwa meski kemasan berubah, isi produk tetap sama. “Langkah ini (perubahan warna kemasan snack) dimaksudkan untuk membantu menjaga pasokan produk yang stabil,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Perubahan warna akan berlaku pada 14 produk Calbee mulai 25 Mei. Tinta yang dipakai hanya dua: hitam dan putih. Tidak ada ilustrasi logo atau gambar maskot kentang pada kemasan baru. Sebelumnya, “usi shio” dikemas dalam kantong oranye terang, lengkap dengan gambar keripik kuning dan maskot manusia kentang yang memakai topi.
Calbee menegaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk merespons perubahan kondisi geopolitik secara fleksibel. “Kami tetap berkomitmen untuk mempertahankan pasokan produk yang aman dan berkualitas tinggi yang stabil. Kami mohon pengertian Anda,” tambah pihak perusahaan.
Produk Calbee tidak hanya populer di Jepang, tetapi juga diekspor ke Amerika Serikat, China, dan Australia. Meskipun belum jelas berapa lama perubahan ini akan berlangsung, perusahaan menekankan pentingnya menjaga kestabilan pasokan di tengah ketidakpastian global.
Jepang hampir sepenuhnya mengimpor minyak. Kenaikan harga minyak akibat konflik di Iran memaksa produsen seperti Calbee menyesuaikan strategi produksi dan distribusi. Dengan menggunakan tinta hitam putih, mereka berharap dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku berwarna yang kini sulit didapat.
Perubahan ini menandai langkah pragmatis Calbee dalam menghadapi tantangan pasokan. Meski tampak sederhana, keputusan ini mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap dinamika geopolitik yang memengaruhi rantai pasokan global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Teka-teki MPLS: Dari Susu hingga Snack, Ini Jawabannya
Martin Akui Marquez di Level Lebih Baik
UNESCO Tetapkan 14 Cagar Biosfer Baru 2026, 4 di Asia
Deschamps Pertanyakan Kualitas Wasit Usai Prancis Tumbang
Unair Buka Beasiswa S2 Gratis untuk Guru Jatim
Tanda Fisik Menjelang Kematian yang Perlu Diketahui
Metode 10-5-10: Rebus Telur, Kupas Mudah
Simbol Gua Eropa Ternyata Bahasa Visual Purba
