Ceviche buaya di Instagram memicu kontroversi kesehatan

Teguh A. · 1 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Ceviche buaya di Instagram memicu kontroversi kesehatan

Gambar atau konten salah?

Pada 15 Juni 2026, foto dan video tentang ceviche buaya muncul di akun Instagram Taste Atlas.

Amazon, wilayah yang dikenal dengan hutan hujan tropis, menyediakan bahan makanan bagi penduduknya. Masyarakat di sana memanfaatkan alam sekitar sebagai asupan sehari‑harinya.

Salah satu hidangan yang populer adalah daging buaya. Di Amazon, masyarakat terbiasa mengolah daging buaya menjadi berbagai masakan, salah satunya ceviche.

Ceviche buaya dibuat dengan memotong daging segar menjadi dadu kecil. Daging tersebut kemudian dimasak dengan perasan jeruk nipis, mirip cara membuat ceviche tradisional dari ikan.

Hidangan ini mirip sashimi, namun biasanya disajikan dengan irisan bawang dan topping kacang‑kacangan. Penyajian ini menambah rasa segar dan tekstur.

Kontroversi muncul ketika foto tersebut mendapat komentar. Beberapa netizen menyoroti potensi risiko kesehatan. “Reptil (khususnya iguana, ular, dan kura‑kura) membawa bakteri salmonella pada usus mereka. Ketika kalian mengonsumsinya, kalian akan terpapar Salmonella,” ujar salah satu netizen. “Bukankah mereka (buaya) terbiasa makan bangkai atau kerangka ikan yang ditangkapnya? Bagaimana bisa daging buaya terasa enak,” timpal netizen lain dengan heran.

Meski ada kritik, beberapa orang yang mencoba mengakuinya enak. Mereka menyebut tekstur dagingnya lembut, perpaduan antara daging ayam dan ikan. (dfl/adr)

Ceviche buaya menjadi contoh bagaimana budaya kuliner di Amazon menyesuaikan bahan lokal. Hidangan ini menimbulkan perdebatan tentang keamanan dan etika konsumsi, menunjukkan bahwa inovasi kuliner seringkali menyeimbangkan antara tradisi dan risiko kesehatan.

ceviche buayaAmazonkonsumsi reptilsalmonellakuliner lokalkontroversikeamanan makanan

Komentar

Memuat komentar...