Cold‑Pressed Jus: Keuntungan Nutrisi Tergantung Faktor

Hari W. · 2 min baca · 57 menit lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Cold‑Pressed Jus: Keuntungan Nutrisi Tergantung Faktor

Gambar atau konten salah?

Cold-pressed menjadi pilihan minuman yang semakin digemari. Banyak kafe dan gerai minuman menjualnya dengan harga lebih tinggi, karena dianggap dapat menjaga nutrisi buah dan sayur lebih baik.

Metode ini bekerja dengan menekan bahan secara perlahan, sehingga tidak menghasilkan panas berlebih. Hal ini berbeda dengan blender atau juicer berkecepatan tinggi yang menimbulkan paparan panas dan oksigen yang lebih banyak. Dengan proses yang lebih lembut, beberapa senyawa vitamin dan antioksidan yang sensitif terhadap panas diyakini tetap utuh.

Sejumlah penelitian mencoba membandingkan hasil ekstraksi antara cold-pressed dan metode konvensional. Salah satu studi menguji jus anggur menggunakan beberapa alat: low‑speed masticating juicer, blender, dan juicer sentrifugal. Hasilnya, jus yang dihasilkan oleh alat low‑speed memiliki kandungan polifenol sekitar 327 mg per 100 mL. Ini lebih tinggi dibandingkan jus blender yang hanya 250 mg per 100 mL dan juicer sentrifugal yang hanya 90 mg per 100 mL.

Vitamin C juga tercatat paling tinggi pada metode low‑speed, yakni sekitar 0,78 mg per 100 mL. Blender menghasilkan sekitar 0,40 mg per 100 mL, sedangkan juicer sentrifugal hanya 0,17 mg per 100 mL. Angka-angka ini menunjukkan bahwa proses perlahan dapat mempertahankan lebih banyak nutrisi.

Namun, tidak semua penelitian menunjukkan keunggulan yang sama. Sebuah studi lain membandingkan jus nanas, jambu biji, wortel, dan buah naga yang diolah dengan cold‑pressed juicer dan juicer sentrifugal tidak menemukan perbedaan signifikan pada kandungan vitamin C, total fenolik, total karotenoid, maupun kapasitas antioksidan. Peneliti mengingatkan bahwa klaim bahwa cold‑pressed selalu lebih baik tidak selalu benar.

Label cold‑pressed tidak menjamin suatu jus memiliki kandungan nutrisi yang jauh lebih tinggi. Perbedaan nutrisi dipengaruhi oleh banyak faktor: jenis buah, cara pengolahan, dan lama penyimpanan setelah jus dibuat. Jadi, meski metode ini memiliki potensi, hasil akhir masih bergantung pada kondisi lainnya.

Secara keseluruhan, cold‑pressed menawarkan cara ekstraksi yang lebih lembut, yang dapat menjaga lebih banyak vitamin dan antioksidan pada beberapa jenis jus. Namun, tidak semua jus yang menggunakan metode ini otomatis lebih sehat. Faktor lain seperti jenis bahan, alat yang digunakan, dan penyimpanan tetap memengaruhi kualitas akhir. (fti/up)

cold-pressednutrisiantioksidanvitamin Cpolifenolekstraksijus

Komentar

Memuat komentar...