Cook kunjungi Chengdu, Apple Rayakan 50 Tahun di China
Gambar atau konten salah?
Tim Cook mendarat di Chengdu, China minggu ini untuk menghadiri acara Apple Store yang dirancang khusus merayakan hari jadi perusahaan ke-50 Apple. Kunjungan ini terjadi pada saat hubungan yang rumit antara produsen iPhone dan pasar smartphone terbesar di dunia sedang berada di puncak ketegangan.
Ketegangan antara AS dan China terus meningkat, dipicu oleh konflik di Iran dan pengumuman investigasi baru AS terhadap praktik perdagangan China. Keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif terbesar era Presiden Donald Trump—yang sebelumnya menimbulkan pungutan besar pada impor dari China—menambah kompleksitas situasi ini.
Meski menghadapi tantangan geopolitik dan regulasi antimonopoli, China tetap menjadi pasar kritis bagi Apple. Beberapa hari sebelum kunjungan Cook, Apple memangkas komisi App Store di China dari 30% menjadi 25% untuk pembelian dalam aplikasi dan transaksi berbayar. Selain itu, biaya pengembang kecil dikurangi dari 15% menjadi 12%.
Konsepsi tersebut bukan satu-satunya yang diharapkan China dari Apple. People's Daily, media partai Komunis China, mengemukakan bahwa Apple harus berbuat lebih. Mereka menegaskan bahwa pengguna dan pengembang di China masih belum memiliki akses ke sistem pembayaran pihak ketiga dan distribusi aplikasi alternatif, serta mendesak regulator terus mendorong Apple membuka ekosistemnya.
Menjelang peringatan hari jadi ke-50, bisnis hardware Apple di China berkembang pesat meski banyak rintangan. Penjualan iPhone melonjak 23% dalam sembilan minggu pertama tahun 2026, menurut Counterpoint Research. Angka ini luar biasa mengingat pasar smartphone turun 4%. Penjualan Apple di Greater China melonjak 38% pada kuartal terakhir menjadi USD 25,5 miliar, didorong tingginya permintaan iPhone 17.
Momentum iPhone di China didorong oleh promosi dan subsidi tukar tambah pemerintah yang mencakup model dasar iPhone 17. Sementara itu, kompetitor berbasis Android seperti Oppo dan Vivo terpaksa menaikkan harga untuk mengimbangi lonjakan biaya chip memori.
Selain Cook, COO Apple Sabih Khan juga menghabiskan minggu ini dengan mengunjungi mitra manufaktur di China, termasuk pabrik baterai Sunwoda di Shenzhen dan lini perakitan Foxconn di Shenzhen dan Chengdu.
Dominasi Apple yang berkelanjutan di pasar smartphone, dengan dukungan besar dari China, membantu menenangkan Wall Street yang tengah menunggu langkah nyata perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI). Saham Apple telah turun lebih dari 8% tahun ini, sementara Nasdaq turun sekitar 5%.
Kunjungan Cook menunjukkan bahwa meski menghadapi tekanan geopolitik dan regulasi, Apple masih sangat bergantung pada pasar China untuk pertumbuhan penjualan dan stabilitas keuangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
