Croissant 'Rambut' Thailand Viral, Netizen Mual

Guntur P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Croissant 'Rambut' Thailand Viral, Netizen Mual

Gambar atau konten salah?

Media sosial baru-baru ini ramai dengan pastry unik yang disebut Croissant Pattaya. Tren ini sedang hits di Thailand dan menarik perhatian banyak orang. Bukan karena isian atau rasanya, melainkan tampilannya yang dipenuhi helaian tipis berwarna hitam. Banyak netizen mengatakan bentuknya mirip rambut kemaluan.

Croissant ini adalah kreasi Chef Ing, seorang pastry chef yang bekerja di ELLE Café Pattaya, Thailand. Dalam video yang diunggah akun Thread @bankii_ii pada 3 Juli 2024, croissant tersebut dibelah di bagian tengah. Kemudian disajikan dengan krim, lalu diberi serat-serat hitam halus di atasnya.

Foto dan video kreasi ini menyebar luas di media sosial. Bentuknya yang tidak biasa memicu perdebatan di kalangan netizen. Ada yang menganggapnya inovatif dan lucu. Tapi tidak sedikit pula yang merasa tampilannya justru menghilangkan selera makan.

"Sumpah otak gue traveling banget lihatnya, jujur itu apaan sih yang item-item?" tulis seorang netizen. "Gak ketelen gue kayaknya, lihatnya aja udah bikin mual," tulis netizen lainnya.

Meski tampilannya kontroversial, "rambut" yang menutupi croissant tersebut bukanlah rambut asli. Bahan yang digunakan adalah helaian gula yang sangat tipis. Mirip dengan pişmaniye, manisan kapas asal Turki, atau dragon's beard candy, permen tradisional China yang memiliki serat-serat halus menyerupai benang.

Helaian gula tersebut sengaja disusun hingga menutupi permukaan croissant. Hasil akhirnya menciptakan efek visual yang sangat realistis. Banyak orang terkecoh saat melihatnya sekilas.

Ternyata, tren kue dengan tampilan menyerupai rambut juga merambah Indonesia. Konten kreator kuliner Fachrul Hadid, yang akrab disapa Ayung, mengulas sebuah kue tart dengan tampilan serupa melalui media sosialnya.

Berbeda dengan Croissant Pattaya yang menggunakan helaian gula, kue yang diulas Ayung memanfaatkan fat choy (fat choi/facai) sebagai topping. Fat choy merupakan bahan pangan berwarna hitam yang selama ini dikenal sebagai salah satu bahan masakan Tionghoa. Bentuknya berupa serat-serat tipis sehingga sekilas menyerupai rambut.

Kue tersebut ditawarkan oleh Martinee Cakery, bakery yang memiliki gerai di Jakarta dan Tangerang. Bakery ini tidak mengaplikasikan topping tersebut pada croissant, melainkan pada kue tart berlapis krim. Tampilannya semakin menyerupai rambut.

Konten kreator Fachrul Hadid menilai rasanya cukup aneh. Menurutnya, teksturnya mirip rambut asli. Selain itu, jika dimakan terlalu banyak, rasanya menjadi pahit.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana tampilan makanan bisa menjadi viral dan memicu reaksi beragam dari publik. Meskipun terbuat dari bahan yang aman dikonsumsi seperti gula atau fat choy, persepsi visual seringkali lebih kuat daripada rasa. Hal ini membuktikan bahwa penampilan makanan sama pentingnya dengan cita rasa dalam menarik perhatian, meskipun terkadang menimbulkan kontroversi.

Croissant Pattayaviralhelaian gulafat choykontroversi

Komentar

Memuat komentar...