Balita Selamat dari Kobaran Api, Paman Jadi Pahlawan
Gambar atau konten salah?
Seorang balita berusia 3,5 tahun bernama Muhammad Arya selamat dari kebakaran yang merenggut nyawa ibunya, Eni (34), di Kampung Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Kejadian ini menyisakan duka mendalam sekaligus kisah heroik dari seorang kerabat yang nekat menyelamatkannya.
Di ruang perawatan rumah sakit, pemandangan mengharukan terlihat. Tangan kecil Arya, yang kepalanya sudah dibalut perban, menggenggam erat kaus pamannya. Sesekali ia merengek kesakitan. Balita itu tampak ketakutan dan enggan melepaskan genggamannya.
Pahlawan yang menyelamatkan Arya adalah Kemal (41), paman sekaligus sepupu (adik misan) dari mendiang Eni. Saat api mulai berkobar, Arya sedang tidur di ruang tengah. "Anaknya lagi tidur ditemani bibinya yang sedang sakit. Pas saya dengar ada saudara teriak kebakaran, saya langsung lari dan masuk ke dalam untuk menyelamatkan anak ini," kata Kemal di ruang IGD RSUD Palabuhanratu pada Sabtu, 04 Juli 2026.
Rumah tempat tinggal mereka adalah rumah panggung. Api berasal dari kompor dapur dan dengan cepat membesar setelah menyambar bensin eceran yang jaraknya sekitar dua meter. Angin kencang membuat kobaran api langsung menutup akses di bagian depan rumah.
Dalam kepanikan, Eni diduga berusaha memadamkan api sendirian. Ia ingin api tidak menjalar ke ruangan tempat anak dan kerabatnya berada. "Ibunya tidak lari. Dia sekuat mungkin memadamkan api. Tapi karena api besar dan sesak napas, mungkin dia pingsan. Akhirnya terbakar, tidak tertolong," ujar Kemal dengan suara lirih.
Di tengah kobaran api yang semakin besar, Kemal dibantu seorang rekannya berhasil mengevakuasi Arya dan bibinya yang sedang sakit dari ruang tengah. Saat tragedi terjadi, suami korban (ayah Arya) sedang bekerja di Manado.
Sekarang, di usia yang masih sangat muda, Arya harus menjadi piatu. Dekapan erat dan usapan lembut dari pamannya menjadi satu-satunya penghibur di tengah rasa sakit dan trauma kehilangan ibunya.
Humas RSUD Palabuhanratu, Billy Agustian, mengonfirmasi bahwa korban selamat saat ini mendapatkan penanganan intensif. Arya menderita luka bakar yang cukup luas. "Pasien anak laki-laki berusia 4 tahun mengalami combustio atau luka bakar kurang lebih 40 persen," kata Billy.
Meskipun luka bakarnya serius, kondisi Arya saat ini terpantau stabil. Pihak rumah sakit terus melakukan observasi untuk memastikan pemulihannya berjalan optimal. "Kondisi umum pasien baik, namun masih dalam pengawasan ketat tim medis," pungkas Billy.
Kisah ini menunjukkan betapa cepatnya api dapat menyebar di rumah panggung dengan bahan mudah terbakar seperti bensin. Keberanian Kemal yang nekat masuk ke dalam rumah yang terbakar menjadi faktor kunci keselamatan Arya. Sementara itu, Eni meninggal karena berusaha memadamkan api sendirian tanpa alat bantu, yang menyebabkan ia pingsan akibat asap dan terbakar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Balita Selamat dari Kobaran Api, Paman Jadi Pahlawan
Kanada vs Maroko: Laga Pembuka 16 Besar
SD Sepi, SMP-SMA Penuh, Pendaftaran Sekolah Rakyat Ponorogo Timpang
Menpora Beri Penghargaan Tertinggi ke Modifikator Otomotif
Pertamina Tahan Harga Pertamax, Ekonom Ungkap Alasannya
8 Kabupaten Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla
Waspada, Ini Tanda Kecanduan Judi Online
