8 Kabupaten Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla

Arif S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
8 Kabupaten Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla

Gambar atau konten salah?

Sebanyak delapan kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan sudah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mendorong empat daerah lain untuk segera melakukan hal yang sama. Langkah ini diambil untuk menekan risiko kebakaran saat puncak musim kemarau tiba pada Agustus hingga September mendatang.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyebutkan delapan daerah yang sudah menaikkan status siaga karhutla. Daerah-daerah itu adalah Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Ogan Komering Ulu (OKU).

"Sudah delapan daerah yang menetapkan status siaga karhutla. Di tingkat provinsi, kita juga sudah menetapkan status siaga yang berlaku 22 April hingga 30 November 2026. Beberapa daerah lain terus kita dorong segera menaikkan status siaga," ujar Sudirman pada Sabtu, 04 Juli 2026.

Empat daerah rawan karhutla yang masih didorong untuk segera menetapkan status siaga adalah Lahat, OKU Timur, Musi Rawas (Mura), dan OKU Selatan. Menurut Sudirman, seluruh wilayah Sumsel sebenarnya rawan karhutla. Namun, ada 12 daerah yang menjadi prioritas karena lahannya sering terbakar. Dari 12 daerah itu, masih tersisa 4 daerah yang belum menaikkan status siaga.

"Apalagi, sebentar lagi Sumsel memasuki puncak musim kemarau. Karena itu kami terus mendorong daerah-daerah yang rawan karhutla agar segera menetapkan status, sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan lebih optimal," sambungnya.

Penetapan status siaga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah ini juga membantu menyiapkan personel, peralatan, dan dukungan anggaran dalam penanganan karhutla. Sudirman juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Di tengah kondisi cuaca yang semakin kering, aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

Dari 12 daerah prioritas rawan karhutla di Sumatera Selatan, delapan sudah menetapkan status siaga. Empat daerah lainnya masih didorong untuk segera menyusul. Langkah antisipasi ini dinilai penting mengingat puncak musim kemarau akan segera tiba, dan pembukaan lahan dengan cara membakar tetap menjadi ancaman utama.

siaga karhutlaSumatera Selatanmusim kemarauBPBD Sumselkebakaran hutanpencegahan karhutladaerah rawan

Komentar

Memuat komentar...