Cuaca Sumsel Cerah, Hujan Ringan Masih Mungkin

Mira T. · 2 min baca · 1 jam lalu · 4 dibaca
Bisik.id
Cuaca Sumsel Cerah, Hujan Ringan Masih Mungkin

Gambar atau konten salah?

BMKG memperkirakan curah hujan di sebagian besar Sumatera Selatan akan berkurang pada periode 10 hingga 16 Juli 2026. Cuaca diprediksi cerah hingga cerah berawan. Tapi bukan berarti semua daerah kering total. Hujan ringan masih bisa turun di beberapa tempat.

Siswanto, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, menjelaskan penyebabnya. Dinamika atmosfer masih didominasi angin timuran—atau yang dikenal sebagai Monsun Australia. "Pada periode 10 hingga 16 Juli 2026, aliran massa udara di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sumsel, masih didominasi angin timuran atau Monsun Australia," katanya pada Kamis, 9 Juli 2026. Monsun Australia masih kuat, sehingga secara umum cuaca di Sumsel cerah hingga cerah berawan.

BMKG mencatat jadwal potensi hujan ringan. Tanggal 10-12 Juli, hujan ringan mungkin terjadi di Kabupaten Lahat, OKU Selatan, Pagar Alam, Muara Enim, dan Banyuasin. Lalu pada 13-14 Juli, giliran OKU Selatan dan Muara Enim yang berpotensi diguyur hujan ringan. "Sementara pada 15-16 Juli, hujan ringan masih berpotensi mengguyur wilayah OKU Selatan dan Lahat," ujar Siswanto.

Meski begitu, BMKG mengingatkan bahwa sebagian besar Sumsel sudah masuk musim kemarau. Kondisi ini memicu risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah rawan. Artinya, warga perlu waspada terhadap titik api.

Suhu udara juga bervariasi. Di dataran rendah—sekitar Palembang, Banyuasin, Muba, Ogan Ilir, dan OKI—suhu berkisar 24–34°C. Sementara di dataran tinggi seperti Pagar Alam, Empat Lawang, Lubuklinggau, Lahat, dan OKU Selatan, suhu lebih sejuk: 18–32°C.

Intinya, cuaca kering mendominasi, tapi hujan ringan masih mungkin menyapa beberapa kabupaten. Risiko karhutla perlu diwaspadai karena kemarau sudah tiba. Perubahan cuaca ini wajar akibat pengaruh Monsun Australia yang masih aktif.

curah hujanMonsun Australiacuaca cerah berawanmusim kemaraurisiko karhutlahujan ringanSumatera Selatansuhu udara

Komentar

Memuat komentar...