Danantara dan JBS: Investasi Rp 44 Triliun

Teguh A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Danantara dan JBS: Investasi Rp 44 Triliun

Gambar atau konten salah?

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, melalui anak usahanya Danantara Investment Management (DIM), resmi menggandeng perusahaan protein global JBS Group. Kerja sama ini ditandai dengan suntikan dana awal sebesar US$ 2,5 miliar, atau setara dengan Rp 44,64 triliun jika menggunakan kurs Rp 17.858 per dolar AS. Uang itu dipakai untuk membeli 25% saham di sebuah perusahaan patungan yang mengelola seluruh operasional JBS di Australia dan Selandia Baru.

Total dana yang disiapkan sebenarnya lebih besar lagi. Angkanya mencapai US$ 5 miliar, atau sekitar Rp 89,28 triliun. Dana tersebut tidak hanya untuk akuisisi saham, tetapi juga akan digunakan untuk membiayai investasi greenfield di Indonesia, kawasan Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Greenfield sendiri artinya membangun proyek atau pabrik baru dari awal, bukan membeli yang sudah ada.

Lewat investasi ini, DIM mendapat akses ke jaringan bisnis JBS di pasar-pasar yang sudah mapan. Manajemen JBS juga dinilai punya pengalaman panjang. Mereka dianggap punya rekam jejak bagus dalam mengembangkan usaha, memperluas pangsa pasar, dan tetap bertahan di tengah perubahan kondisi industri.

Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan alasan di balik kerja sama ini. Dalam keterangan tertulis pada Jumat, 07 Agustus 2026, ia mengatakan kemitraan ini menunjukkan komitmen Danantara untuk membangun kolaborasi dengan mitra global. "Kemitraan strategis ini mencerminkan komitmen Danantara Indonesia dalam membangun kolaborasi dengan mitra global yang sejalan dengan mandat investasi kami," ujar Pandu.

Pandu menambahkan, kerja sama dengan JBS Group diharapkan bisa memanfaatkan pengalaman dan jalur distribusi perusahaan protein global itu. Semua itu, katanya, akan berkontribusi pada pengembangan jangka panjang sektor protein di Indonesia.

Dari sisi JBS, Global Chief Executive Officer Gilberto Tomazoni menyambut baik kemitraan ini. Ia menilai kerja sama dengan Danantara menjadi langkah penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di Asia Tenggara. Menurut Tomazoni, bisnis JBS di Australia dan Selandia Baru sudah memiliki standar kelas dunia dan potensi pertumbuhan yang besar.

"Bersama Danantara, kami berada pada posisi yang tepat untuk memperluas kehadiran kami di Indonesia dan Asia Tenggara, memperkuat rantai pasok protein regional, memperluas akses pasar, serta mempercepat pengembangan sektor protein Indonesia," kata Tomazoni.

Kerja sama ini menjadi salah satu investasi besar pertama yang dilakukan Danantara sejak resmi beroperasi. Dengan menggandeng pemain global seperti JBS, Danantara ingin memperkuat sektor pangan dalam negeri, khususnya protein hewani. Langkah ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk masuk lebih dalam ke rantai pasok protein regional yang selama ini didominasi oleh negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru.

DanantaraJBS GroupinvestasiproteinAustraliaUS$ 5 miliarSelandia Baru

Komentar

Memuat komentar...