Danantara Merger 23 Perusahaan Kawasan Industri

Andi B. · 2 min baca · 1 hari lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Danantara Merger 23 Perusahaan Kawasan Industri

Gambar atau konten salah?

Danantara tengah menyiapkan langkah besar di sektor kawasan industri. Rencananya, 23 perusahaan yang selama ini bergerak di bidang kawasan industri akan dilebur menjadi satu entitas tunggal. Nama yang disiapkan untuk perusahaan raksasa ini adalah PT Kawasan Industri Indonesia. Pengumuman resmi mengenai merger ini dijadwalkan pada 5 November 2026.

COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa penggabungan ini bukan sekadar formalitas. Tujuan utamanya adalah untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke Indonesia. Dengan satu perusahaan besar, diharapkan pengelolaan kawasan industri menjadi lebih efisien dan menarik bagi investor.

"Kawasan industri kita ke depannya dengan kita melakukan merger diharapkan nanti tanggal 5 November akan diumumkan merger daripada 23 perusahaan industrial estate. Kita menjadi satu perusahaan industrial estate," kata Dony saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Rabu, 8 Oktober 2026.

Ia sempat ragu soal nama perusahaannya. "Nama perusahaannya nanti saya akan cek ya. PT Kawasan Industri Indonesia kalau nggak salah saya," sambungnya.

Langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran. Dony menjelaskan bahwa nantinya, PT Danareksa (Persero) tidak lagi menjadi induk holding perusahaan kawasan industri. Peran Danareksa akan dikembalikan ke fungsi awalnya, yaitu sebagai perusahaan pengelola aset atau asset management.

"Itu menjadi transformasi dari perusahaan industrial estate yang kita punya. Karena kan nanti setelah dalam penataan BUMN ini beberapa kan dikembalikan. Danareksa kembali menjadi asset management kan. Dulu kan Danareksa ini holdingnya kawasan industri. Nanti Danareksa menjadi asset management, kawasan industri menjadi sendiri. Betul-betul pure bisnisnya di kawasan industri," ujarnya.

Ini berarti, kawasan industri akan berdiri sendiri sebagai entitas bisnis murni. Tidak lagi berada di bawah bayang-bayang holding yang juga mengelola aset. Fokusnya akan sepenuhnya pada pengembangan dan pengelolaan kawasan industri.

Selain merger, Danantara juga sedang mengkaji ulang model bisnis kawasan industri. Perubahan fundamental akan terjadi. Tanah, yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama, tidak akan lagi dijual atau disewakan sebagai sumber pemasukan.

"Di mana ke depannya tanah bukan lagi menjadi sumber pendapatan, tetapi tanah itu akan kita berikan secara cuma-cuma tetapi pendapatannya akan datang dari fasilitas yang kita sediakan. Karena itu pemerintah sudah menyiapkan satu integrated kawasan industri. Sehingga dengan demikian kita menjadi cukup kompetitif dan bahkan sangat kompetitif dibandingkan dengan negara-negara di sekitar Indonesia," katanya.

Model bisnis baru ini cukup radikal. Tanah akan diberikan secara cuma-cuma kepada investor. Pendapatan perusahaan justru akan datang dari berbagai fasilitas yang disediakan di dalam kawasan. Mulai dari listrik, air, pengolahan limbah, hingga logistik. Pemerintah, menurut Dony, sudah menyiapkan konsep kawasan industri terintegrasi untuk mendukung model ini.

Dengan strategi ini, Indonesia ingin bersaing ketat dengan negara-negara tetangga. Bukan hanya kompetitif, tetapi sangat kompetitif, kata Dony. Investor diharapkan tidak hanya tertarik karena lahan gratis, tetapi juga karena kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan oleh satu pengelola tunggal.

Singkatnya, langkah Danantara ini adalah upaya merombak total cara kerja kawasan industri di Indonesia. Dari model bisnis berbasis tanah menjadi model berbasis layanan. Semua ini dilakukan demi satu tujuan: membuat Indonesia lebih menarik bagi investasi asing dan domestik.

merger kawasan industriDanantarainvestasiPT Kawasan Industri IndonesiaDony Oskariamodel bisnistanah gratis

Komentar

Memuat komentar...