Danantara Minat Beli Saham BEI

Andi B. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Danantara Minat Beli Saham BEI

Gambar atau konten salah?

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengonfirmasi bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah menyatakan ketertarikan untuk membeli saham bursa efek. Rencananya, skema yang digunakan adalah demutualisasi, dan Danantara akan bertindak sebagai pemegang saham langsung, bukan melalui perantara.

Jeffrey menjelaskan, minat ini disampaikan oleh Danantara Investment Management (DIM). Namun, ia belum bisa menyebutkan berapa besar porsi saham yang ingin dibeli. Alasannya, proses ini masih menunggu terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang mengatur soal demutualisasi.

"Yang sudah menyampaikan minat, itu adalah BPI Danantara melalui DIM. Ya, untuk selanjutnya, komunikasi kita bangun terus sambil menunggu POJK," kata Jeffrey kepada wartawan di gedung BEI, Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Jeffrey juga mengungkapkan bahwa BEI sudah melakukan kajian mendalam terkait demutualisasi. Menurutnya, skema ini mengadaptasi praktik dari bursa efek negara lain. Beberapa bursa yang sudah menjadi contoh adalah Hong Kong, Singapura, Australia, dan Malaysia.

"Kalau di kajian kita, tentu kita melihat bursa-bursa yang sudah demutualisasi. Ada Hong Kong, ada Singapura, ada Australia, ada Malaysia. Bursa-bursa yang memang sudah melakukan demutualisasi," jelasnya.

Dalam kesempatan berbeda, Jeffrey juga menyebut adanya calon investor potensial lain yang akan membeli saham BEI. Ia menegaskan, meskipun demutualisasi terjadi, pihaknya akan tetap menjaga independensi pasar modal.

"Adapun kepemilikan saham oleh pihak-pihak tersebut akan tetap mempertahankan independensi Bursa Efek," ungkap Jeffrey dalam konferensi pers virtual pada Rabu.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, sebelumnya juga mengakui telah mengajukan minat. Ia mengatakan, rencana pembelian ini masih dalam tahap pembahasan dengan OJK dan BEI.

"Ya, demut kita masih proses, baik dengan OJK dan juga dengan Direksi Bursa. Insyaallah beberapa bulan ke depan bisa rampung," kata Pandu Sjahrir kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, pada Senin, 10 Agustus 2026.

Proses demutualisasi ini merupakan langkah untuk mengubah struktur kepemilikan bursa efek, yang sebelumnya dimiliki oleh anggota bursa, menjadi perusahaan yang sahamnya bisa dimiliki oleh investor umum. Dengan demikian, Danantara dan investor lain berpeluang menjadi pemegang saham langsung BEI, meskipun aturan resmi dari OJK masih belum terbit.

DanantaraBEIdemutualisasisahambursa efekPOJKinvestor

Komentar

Memuat komentar...