Danantara Setujui Dana Rp5 Triliun untuk Hilirisasi Ayam
Gambar atau konten salah?
Danantara telah menyetujui pembiayaan sebesar Rp 5 triliun untuk memulai proyek hilirisasi ayam terintegrasi. Proyek ini akan menumbuhkan industri pengolahan ayam di enam daerah: Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyatakan, "berdasarkan hasil kajian studi kelayakan (feasibility study), Danantara telah menyetujui total alokasi anggaran mencapai Rp 16,7 triliun hingga tahun 2036." Untuk tahap awal, kucuran dana disetujui hanya Rp 5 triliun, dengan pencairan dilakukan secara bertahap.
Agung, Komisaris Utama PT Berdikari, menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan dokumen dan data pendukung untuk meminta alokasi anggaran dari Danantara. Ia menegaskan, "Tadi kami juga sudah tanyakan ke perwakilan Danantara bahwa prosesnya sedang berjalan dan tentu kebutuhan dari masing-masing unit ini sedang difinalkan oleh Berdikari dan dalam kesempatan pertama tentu akan segera disampaikan."
Agung menambahkan, "Untuk tahap pertama ini baru, sesuai informasi yang kami peroleh, disetujui baru sekitar Rp 5 triliun dan untuk pencairannya itu dilakukan secara bertahap." Ia menegaskan bahwa PT Berdikari juga sudah mengusulkan ke Induk Holding BUMN Pangan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI alias ID Food agar mendapatkan persetujuan penggunaan anggaran Rp 16,7 miliar.
Dalam surat resmi kepada PT RNI, Agung menyatakan, "Kita minta segera tanggapannya untuk bisa menggunakan anggaran Rp 16,7 miliar ini Karena untuk pasang bowplank. Kemudian penunjukkan, perencanaan dan sebagainya tentu juga membutuhkan alokasi anggaran."
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada hari Jumat, 12 Juni 2026. Agung menegaskan pentingnya pencairan bertahap agar proyek dapat berjalan sesuai rencana.
Proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk peternakan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan dana dari Danantara, PT Berdikari dan mitra lainnya akan memulai pembangunan fasilitas pengolahan di masing-masing wilayah.
Seiring berjalannya proses, Danantara dan PT Berdikari akan terus memantau kebutuhan unit-unit proyek untuk memastikan alokasi anggaran dipakai secara efisien. Sementara itu, RNI diharapkan dapat memberikan respons cepat terhadap permintaan anggaran Rp 16,7 miliar.
Inilah langkah konkret pemerintah dalam mengembangkan industri hilirisasi pertanian, khususnya sektor peternakan. Proyek ini menandai komitmen untuk memperkuat rantai nilai dan meningkatkan daya saing produk domestik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
