MoU Dirjen PKH Rencanakan Hilirisasi Ayam Terintegrasi
Gambar atau konten salah?
Jumat, 12 Juni 2026, di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah daerah di lima wilayah: Provinsi Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Bima, serta dua daerah lain yang belum disebutkan secara spesifik. MoU ini menandai langkah konkret pemerintah dalam memajukan hilirisasi ayam terintegrasi.
Agung menegaskan bahwa proyek ini diawasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menambahkan, “Yang paling penting di lapangannya harus segera kelihatan bentuknya, tapi bismillah dengan penandatangan MoU ini, saya yakin bisa lebih cepat. Karena bapak menteri telah menugaskan saya untuk masuk bergabung dengan Berdikari sebagai Komisaris Utama bersama dengan tiga direksi baru. Tentu harapannya mempercepat langkah kita,” ujarnya.
Peran Agung sebagai Komisaris Utama PT Berdikari menandai sinyal pemerintah bahwa tidak akan ada penundaan dalam pelaksanaan proyek. PT Berdikari, yang sejak 2012 memfokuskan usaha pada sektor peternakan, kini berkomitmen pada pembangunan ekosistem peternakan hulu-hilir.
Setiap pagi, Agung bertemu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dan selalu ditanya tentang perkembangan proyek. Ia mengatakan, “Setiap pagi setiap ketemu Pak Menteri, termasuk tadi pagi jam setengah 6. Yang pertama kali. Kalau sudah melihat saya, tanyanya pasti hilirisasinya gimana ayamnya? Udah kamu kawal betul pastikan hilirisasi ayamnya segera jalan. Karena apa? Hilirisasi ayam terintegrasi ini betul-betul dipantau, dimonitor oleh Bapak Presiden,” ia menuturkan.
Agung menegaskan bahwa setiap perkembangan proyek harus dilaporkan setiap hari. Ia menambahkan, “Bapak Menteri Selalu memberikan arahan. Kepada kita semua bahwa semua aturan harus kita ikuti. Tetapi harus ada akselerasi agar semua kegiatan yang dilakukan, di samping tentu segala ketentuannya, tetapi harus cepat. Kita tidak boleh lambat-lambat, tidak boleh santai-santai,” jelasnya.
Sebagai Komisaris Utama, tugas Agung meliputi pengawasan dan penjaminan bahwa semua langkah perusahaan mematuhi pedoman Good Corporate Governance (GCG). Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap GCG sambil tetap menjaga kecepatan pelaksanaan.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan komitmen konkret perusahaan dalam membangun ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir. Ia bersikap optimistis, “Kami meyakini bahwa penguatan sektor peternakan merupakan bagian yang penting dalam mewujudkan swasembada protein hewani nasional. Ketika rantai pasok dibangun secara terintegrasi, produktivitas meningkat, lapangan kerja terbuka, pendapatan masyarakat tumbuh, dan ekonomi daerah bergerak lebih kuat,” ujarnya.
Maryadi menambahkan bahwa proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini membawa dampak besar: peningkatan produktivitas, penciptaan nilai tambah ekonomi, pembukaan lapangan kerja baru, serta penggerak ekonomi daerah. Ia juga menekankan peran peternak rakyat sebagai mitra strategis, serta potensi kontribusi dividen bagi negara dan peningkatan kesejahteraan karyawan.
PT Berdikari menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pemanfaatan lahan atau pembangunan fasilitas produksi. “Bagi PT Berdikari, kerja sama ini bukan hanya tentang pemanfaatan lahan atau pembangunan fasilitas produksi. Lebih dari itu, ini adalah komitmen bersama untuk mewujudkan swasembada protein hewani nasional,” jelas Maryadi.
Proyek hilirisasi ayam terintegrasi akan melibatkan enam daerah: Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Setiap wilayah akan menjadi bagian dari rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari produksi peternakan hingga pengolahan dan distribusi produk akhir.
Agung Suganda menegaskan bahwa proyek hilirisasi ayam merupakan pembangunan ekosistem perunggasan nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ia menyoroti dukungan penuh Kementerian Pertanian terhadap program hilirisasi sebagai instrumen pemerataan produksi antarwilayah, stabilisasi harga, dan kepastian pasokan daging ayam serta telur, khususnya untuk menopang pelaksanaan MBG secara berkelanjutan.
Menurut Agung, hilirisasi ayam terintegrasi merupakan inisiatif langsung Menteri Pertanian sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat. “Hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif langsung Bapak Menteri Pertanian sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” ia kutip.
Dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto, dukungan kementerian, dan komitmen PT Berdikari, proyek hilirisasi ayam terintegrasi diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan peternak, serta menstimulasi ekonomi daerah. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menunjukkan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan swasembada protein hewani nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
